Senin, 20 April 2026

Berita International Terkini

Severodonetsk Pusat Manufaktur Dibombardir, Presiden Ukraina Beber Banyak Korban Berjatuhan

Severodonetsk pusat manufaktur dibombardir, Presiden Ukraina beber banyak korban berjatuhan

Editor: Budi Susilo
AFP/Ukrainian Presidential Press Service
Potret Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat meninjau garis depan medan perang di Donetsk, Februari 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO - Severodonetsk pusat manufaktur dibombardir, Presiden Ukraina beber banyak korban berjatuhan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pertempuran untuk Severodonetsk "mengerikan".

Dilansir Evening Standard, saat berpidato Senin (13/6/2022) malam kepada rakyat Ukraina, Zelensky mengatakan korban jiwa dari pertempuran itu "sangat tinggi".

Ia juga berbicara tentang pentingnya strategis kota Severodonetsk, yang terletak di wilayah Donbas di Ukraina timur.

Baca juga: Rusia Terus Gempur Severodonetsk, Namun Belum Berhasil Kuasai Ukraina di Hari 108

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina, Kementerian Pertahanan Inggris Prediksi Putin Bakal Gunakan Senjata Mematikan

Baca juga: Putin Mau Disantet Lantaran Invasi Ukraina, Boneka Presiden Rusia Ditemukan di Kuil

Berbicara di Telegram, Zelensky mengatakan:

"Korban manusia dari pertempuran ini sangat tinggi bagi kami."

"Ini benar-benar menakutkan."

Pasukan Rusia hampir sepenuhnya menduduki kota tersebut.

Ketiga jembatan ke kota Donbas timur yang diperangi itu telah hancur, kata gubernur daerah Serhiy Haidai pada hari sebelumnya.

Hancurnya jembatan ke kota garis depan timur berarti warga sipil tidak bisa lagi dievakuasi.

Namun Haidai mengatakan masih ada beberapa "akses" ke kota itu.

Ia juga menyebut Rusia belum mendapatkan kendali penuh atas Severodonetsk.

"Sebagian masih di bawah kendali Ukraina," ujarnya.

Sementara itu, pasukan Ukraina yang masih ada di kota itu harus menyerah atau mati, kata seorang perwakilan militer Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri.

Severodonetsk, pusat manufaktur di wilayah Luhansk, adalah kunci dalam upaya Rusia untuk menaklukkan Donbas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved