Berita Penajam Terkini

Pusat Diminta Beri Atensi terhadap Kelanjutan Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam

Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan dianggap memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat Penajam Paser Utara (PPU).

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Niko Herlambang, Kabag Pembangunan Setkab PPU minta pusat perhatikan kelanjutan pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam. TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam dianggap memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat Penajam Paser Utara (PPU).

Hal itupun diminta kepada pemerintah pusat, agar memberikan perhatian khusus untuk kelanjutan rencana pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam.

Seperti dikemukakan Kabag Pembangunan Setkab PPU Niko Herlambang kepada TribunKaltim.co, Senin (27/6/2022).

Ia mengungkapkan, Jembatan Tol Balikpapan-Penajam menjadi penting bagi masyarakat PPU, khususnya yang tinggal bagian selatan.

Itu karena, sisi PPU bagian tengah telah ada Jembatan Pulau Balang dan sisi utara menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, telah ada terowongan menuju istana negara yang akan dibangun pemerintah pusat.

Baca juga: Alokasikan Rp 15 T, Realisasi Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Dipertanyakan

Sedang di sisi selatan PPU belum memiliki akses menuju Balikpapan, kecuali penyeberangan Feri, Klotok dan speedboat.

“Jembatan Tol Penajam-Balikpapan merupakan kebutuhan mutlak PPU sebagai akses menuju Balikpapan," katanya

"Nanti Istana Negara dan terowongan dibangun dengan megah, masa kita masih pulang pergi Balikpapan-Penajam dengan naik kapal klotok,” tuturnya.

Menurut Niko, pemerintah daerah terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan jembatan senilai Rp15 triliun itu untuk mempercepat distribusi logistik dari Balikpapan ke PPU, begitu juga sebaliknya.

Keberadaan Jembatan Pulau Balang masih dianggap cukup jauh dan membutuhkan waktu tempuh dari PPU ke Balikpapan mencapai 1,5 jam.

“Kalau Jembatan Tol ini terbangun hanya butuh waktu 15 menit ke Balikpapan,” paparnya.

Niko menuturkan, pemerintah pusat semestinya turut mendorong percepatan pembangunan jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan tersebut.

“Sebuah hal miris nantinya di tahun 2024 Presiden melaksanakan upacara HUT RI di istana negara IKN Nusantara, sementara kami pulang pergi Penajam-Balikpapan naik klotok,” ujarnya.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam sebagai Penunjang IKN Tak Kunjung Terealisasi

Diketahui, seluruh persyaratan administrasi pembangunan jembatan sepanjang 7,9 kilometer (Km) ini telah lengkap.

Perubahan desain pun telah rampung termasuk ketinggian ruang bebas jembatan dari 50 meter menjadi 65 meter.

“Sebenarnya jembatan ini diproses lelang di BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) pada 2019, namun dihentikan lantaran ada perubahan desain," katanya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved