Berita Paser Terkini
Belasan Desa di Paser jadi Proyek Pengembangan Wisata dan Ekonomi
Terdapat 15 dari 139 desa yang ada di Kabupaten Paser dijadikan sebagai proyek percontohan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah,
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Terdapat 15 dari 139 desa yang ada di Kabupaten Paser dijadikan sebagai proyek percontohan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam pengembangan desa berbasis digital.
Dengan perkembangan teknologi saat ini yang kian canggih, pengembangan desa berbasis digital dianggap sangatlah penting, Selasa (28/6/2022).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMD) Paser, Chandra Irwanadhi beranggapan penetrasi internet saat ini sangat luar biasa.
Tentunya harus mengikuti arus teknologi yang terus berkembang, begitupun dengan kantor pemerintah hingga pelosok desa.
Baca juga: Airlangga Sebut Pengembangan Desa Wisata Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Baca juga: Gunakan APBN, Anggota DPR RI Bantu Pembangunan Desa Wisata di Kutim
Baca juga: Pertahankan Adat Istiadat Budaya, Inilah Pesona Desa Wisata Long Loreh di Belantara Malinau Selatan
"Ada 15 desa yang menjadi percontohan, beberapa diantaranya Desa Pasir Belengkong, Klempang Sari, Senaken dan Kendarom," terangnya.
Digitalisasi desa, kata Chandra merupakan salah satu yang ditekankan oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli untuk dituntaskan oleh DPMD.
Tujuannya untuk membenahi keuangan desa dan tapal batas dan direncanakan pada tahun ini sudah mulai berjalan.
Dalam memberikan pelatihan mengenai digitalisasi desa, terdapat 3 orang pendamping yang berada langsung dibawah Kemendes PDTT, nantinya disebar ke 15 desa yang menjadi proyek percontohan di Kabupaten Paser.
"Sebutan mereka itu duta digitalisasi, nantinya mereka akan mendampingi duta-duta digitalisasi yang ada di desa," tambah Chandra.
Jika pendampingan telah dilakukan, Duta digitalisasi desa akan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh untuk diberikan ke seluruh desa yang ada di Paser.
Dengan adanya digitalisasi desa ini tentunya akan memberikan pelayanan prima, meningkatkan akuntabilitas pemerintah desa serta menyebarluaskan potensi-potensi desa.
"Seperti sektor pengembangan wisata maupun pertanian atau perkebunan," urai Chandra.
Menurutnya, hal tersebut tentunya sangat berguna dan bermanfaat untuk kemajuan perekonomian daerah.
Sisi lainnya, lanjut Chandra digitalisasi desa diyakini mampu membantu dan menumbuhkan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Paser.
"Selain informasi pelayanan, jika ada orang yang ingin tahun potensi desa juga bisa, itu target-targetnya," tutup Chandra. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/chandra-irwandhi-soal-desa-wisata.jpg)