Virus Corona

Rekomendasi dan Panduan Protokol Kesehatan untuk Anak di Sekolah, Aman PTM 100 Persen

Dalam rangka merespon kebijakan pemerintah untuk membuka sejumlah tempat dan pelonggaran syarat perjalanan domestik di Indonesia,

Editor: Budi Susilo
freepik
ILUSTRASI Anak-anak menuju ke sekolah bersama orang tuanya. Ada panduan protokol kesehatan untuk di sekolah yang bisa diterapkan kepada siswa siswi demi aman dari penyebaran Virus Corona atau Covid-19. 

TRIBUNKATIM.CO, JAKARTA - Dalam rangka merespon kebijakan pemerintah untuk membuka sejumlah tempat dan pelonggaran syarat perjalanan domestik di Indonesia.

Maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kemendikbud mengeluarkan rekomendasi serta panduan protokol kesehatan untuk anak di sekolah.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menjabarkan rekomendasi protokol kesehatan untuk anak, dibagi menjadi tiga kelompok umur, antara lain:

Usia di bawah 6 tahun

Sekolah tatap muka belum dianjurkan sampai dinyatakan tidak ada kasus baru atau peningkatan kasus baru Covid-19.

Baca juga: Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Siswa di Balikpapan Dilarang Ikut PTM

Baca juga: Disdikbud Paser Target Vaksinasi Booster Pendidik Capai 90 Persen, PTM Belum Bisa Dilaksanakan

Baca juga: Murid SMA/SMK di Wilayah Zona Merah Berau Masih Jalani PTM Terbatas, Ikut Aturan Provinsi

Sekolah dapat memberikan metode belajar daring, dan aktif melibatkan orang tua di rumah, dalam kegiatan outdoor.

Usia 6 hingga 11 tahun

Dapat dilakukan pembelajaran tatap muka ( PTM) dengan metode hybrid, yaitu 50 persen luring indoor atau outdoor, dan 50 persen daring, dengan kondisi masih ditemukan kasus covid-19, tidak adanya transmisi lokal omicron di daerah tersebut.

Fasilitas outdoor yang dianjurkan selama PTM luring adalah halaman sekolah, taman, pusat olahraga, dan ruang publik terpadu yang ramah anak.

Usia 12 hingga 18 tahun

PTM dapat dilakukan 100 persen, jika tidak ada peningkatan kasus Covid-19, serta transmisi lokal omicron di daerah tersebut.

Terdapat opsi metode hybrid, jika masih ditemukannya kasus covid-19, namun positivity rate di bawah 8 persen, serta masih terdapat transmisi local Omicron, namun dapat dikendalikan.

IDAI juga menganjurkan upaya maksimal dari seluruh pihak sekolah, orang tua dan anak, dalam memenuhi vaksinasi Covid-19 dan booster 100 persen.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Samarinda Terus Meningkat, Walikota Beri Kebijakan Baru Terhadap Kelanjutan PTM

Selanjutnya, Kemendikbud memberikan panduan protokol kesehatan untuk tenaga pendidik.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved