Pemkot Samarinda Minta Izin ke Pemprov Kaltim soal Jasa Pemandu di 2 Jembatan

Pemerintah Kota Samarinda menargetkan dua jembatan lain untuk upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayanan jasa kepelabuhanan.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Walikota Samarinda Andi Harun bersama Direktur Utama Perumda Varia Niaga Syamsudin Hamade di atas kapal tugboat usai launching perdana beroperasinya kegiatan pandu dan assist. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda menargetkan dua jembatan lain untuk upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayanan jasa kepelabuhanan.

Setelah resmi beroperasi dan melalui tahap uji coba 30 hari untuk pelayanan jasa assist dan pandu di Jembatan Achmad Amins (eks Mahkota 2), kini Pemkot akan berupaya meminta izin kepada Pemerintah Provinsi selaku pemegang kewenangan dua jembatan lain yang ada di Kota Samarinda.

Dua jembatan tersebut, yakni Jembatan Mahakam IV (jembatan kembar) dan Jembatan Mahulu (jembatan Moeis Hassan).

Walikota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan niatan ini sebagai langkah pihaknya serius dalam menggarap PAD dari alur Sungai Mahakam yang acapkali disampaikannya dalam berbagai kesempatan.

Dia mengakui dua jembatan yang dikelola Pemprov Kaltim ini juga dapat menjadi PAD melalui Perumda Varia Niaga.

Baca juga: Gali PAD Lewat Alur Sungai Mahakam, Pemkot Samarinda Siapkan Dua Kapal Assist dan Penggolongan

"Karena kita sudah punya usaha jasa di kepelabuhanan, maka kita meminta Gubernur Kaltim memberikan persetujuan melakukan assist dan penggolongan di bawah Jembatan Kembar dan Jembatan Mahulu," tutur Andi Harun, Jumat (1/7/2022).

"Ini bisa menjadi tambahan pendapatan jasa transportasi kita, assist dan pandu ponton," imbuhnya.

Terkait langkah Pemkot Samarinda sendiri, Andi Harun nantinya akan berkomunikasi ke Gubernur Kaltim Isran Noor untuk izin beroperasi di dua jembatan tersebut.

"Ya, nanti akan komunikasi (selain bersurat)," ucapnya tegas.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Varia Niaga Syamsudin Hamade menanggapi adanya rencana perluasan bisnis kepelabuhanan ini akan disambut pihaknya.

Meskipun masih ada kekurangan dari segi armada kapal yang ada.

Baca juga: Jembatan Mahulu Minim Perawatan, DPRD Kaltim Ingin Jangan Dianaktirikan

Kendati demikian, Syamsudin Hamade merasa langkah Walikota Samarinda Andi Harun sebagai bentuk keseriusan menggarap PAD dari sektor alur sungai.

"Tentunya kami mengikuti ya (rencana itu), kami senang tentunya, karena bagian dari menambah bisnis yang sama yakni pandu dan assist," ucapnya.

(Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved