Berita Internasional Terkini
Daftar Negara Konflik yang Pernah Didamaikan Indonesia, Akankah Rusia dan Ukraina Menyusul?
Indonesia punya pengalaman mendamaikan sejumlah negara yang terlibat konflik, akankah Rusia dan Ukraina menyusul berdamai?
TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia punya andil dan berpengalaman dalam mendamaikan sejumlah negara yang terlibat konflik.
Kini, kedatangan Presiden Joko Widodo / Jokowi ke Ukraina dan Rusia, diharapkan oleh banyak pihak dapat mendamaikan kedua negara.
Ya, kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia memang membawa misi perdamaian, agar perang dapat segera selesai.
Sebelumnya, Indonesia telah berperan aktif dalam mendamaikan sejumlah negara yang terlibat konflik.
Sebelum Presiden RI Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia pada Rabu (29/6/2022) dan Kamis (30/6/2022), ada empat konflik luar negeri yang didamaikan Indonesia.
Atau tepatnya, konflik ASEAN yang didamaikan Indonesia karena melibatkan negara-negara Asia Tenggara yaitu Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Myanmar.
Berikut daftar konflik luar negeri yang didamaikan Indonesia beserta penjelasan ringkasnya, dilansir dari Kompas.com:
Baca juga: Mengejutkan, Putin Tertarik Investasi di IKN Nusantara, Rusia Lirik Sektor Nuklir?
Baca juga: Terjawab Kapan Perang Rusia vs Ukraina Akan Berakhir dan Bagaimana Skenario Penyelesaiannya?
1. Konflik Filipina Moro
Niels Mudler dalam buku Wacana Publik Asia Tenggara (2005) menulis, bangsa Moro adalah penduduk minoritas beragama Islam di Mindanao, Filipina, yang jenuh karena selalu terpinggirkan sejak proses Kristenisasi tahun 1940 usai negara itu merdeka dari Amerika Serikat.
Dalam jurnal Universitas Tanjungpura berjudul Peran Indonesia dalam Upaya Penyelesaian Konflik antara Pemerintah Filipina dan Moro Nationalism Liberation Front (MNLF) tahun 2018 oleh Hardi Alunaza dan Dewa Anggara, disebutkan bahwa marginalisasi secara kontinyu terhadap masyarakat Muslim di Filipina Selatan menyebabkan perlawanan terhadap Pemerintah Filipina.
Peristiwa itu membuat tokoh politik Islam Filipina bernama Nur Misuari bangkit memperjuangan nasib Muslim Moro melalui organisasi Moro National Liberation Front (MNLF) yang didirikannya pada 1971.
Indonesia kemudian maju sebagai mediator.
Selain karena sesama anggota ASEAN, RI juga mendapat pengakuan dari Pemerintah Filipina karena kesamaan sosial budaya dan politik.
Baca juga: Putin Perintahkan Serangan Dahsyat, Rusia Buat Lisichansk Bernasib Mirip Mariupol
Presiden Filipina saat itu, Ferdinand Marcos, meminta bantuan kepada Presiden Indonesia Soeharto.
Namun, tidak semua usulan Soeharto diterima, terutama soal pengembalian tanah nenek moyang bangsa Moro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Presiden-Joko-Widodo-berjabat-tangan-dengan-Pres.jpg)