Berita Internasional Terkini
Daftar Negara Konflik yang Pernah Didamaikan Indonesia, Akankah Rusia dan Ukraina Menyusul?
Indonesia punya pengalaman mendamaikan sejumlah negara yang terlibat konflik, akankah Rusia dan Ukraina menyusul berdamai?
Situasi berangsur membaik pada 1996 saat terjadi pergantian rezim Pemerintah Filipina dari Ferdinand Marcos yang represif ke Corazon Aquino yang akomodatif.
Aquino juga sempat ke Indonesia untuk memperbaiki kerja sama kedua negara.
Konflik Filipina-Moro berakhir dengan Final Peace Agreement 1996 yang menggantikan Perjanjian Tripoli.
Kesepakatan terjalin setelah mendapat tawaran Presiden Soeharto untuk kembali menengahi konflik, dan disambut baik oleh Misuari.
Baca juga: Perang Rusia dengan Ukraina Makin Meluas, Kini Hubungan Amerika dan China Memanas
2. Konflik Kamboja dan Thailand
Konflik ASEAN yang didamaikan Indonesia selanjutnya adalah konflik Kamboja dan Thailand.
Pada 22 Februari 2011 digelar ASEAN Foreign Minister's Meeting (pertemuan informal para Menlu ASEAN) untuk menyelesaikan permasalahan itu.
Dikutip dari Kompas.com pada 8 Mei 2011, konflik Thailand dan Kamboja terjadi karena sengketa perbatasan akibat peta yang dikeluarkan kartografer Perancis pada 1908.
Perancis mengatakan, perbatasan harus diputuskan menurut garis batas air di sepanjang jarak gunung Dongrak.
Dalam peta mereka candi Preah Vihear terletak di ketinggian 525 meter, dengan jalan turun berada di wilayah Kamboja dan sebagian lainnya di wilayah Thailand.
Baca juga: Kabar Gembira Jokowi Usai Bertemu Putin, Rusia Jamin Pasokan Pangan dari Ukraina
Thailand kehilangan candi itu pada 1962 ketika sengketa atas kepemilikan candi dibawa ke Pengadilan Internasional di Den Haag.
Pengadilan memutuskan kepemilikan candi kepada Kamboja, lalu sengketa garis perbatasan dengan Thailand pun terjadi.
Pertemuan informal para Menlu ASEAN diprakarsai Indonesia selaku Ketua ASEAN, dan merupakan tindak lanjut dari hasil sidang Dewan Keamanan PBB.
Belum lama sebelumnya, pada 4-6 Februari 2011 terjadi baku tembak antara tentara Thailand dan Kamboja di perbatasan yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai beberapa lainnya.
Menlu RI Marty Natalegawa kemudian melakukan shuttle diplomacy menemui Menlu Kamboja Hor Nam Hong di Phnom Penh dan Menlu Thailand Kasit Piromya di Bangkok untuk mendapatkan informasi dari pihak pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Presiden-Joko-Widodo-berjabat-tangan-dengan-Pres.jpg)