Berita Balikpapan Terkini
Resta Mengaku Susah Main Sinetron Kolosal, Pernah Kena Mental
Resta, warga Kota Balikpapan yang tengah menjalani profesi sebagai pemeran Film Televisi (FTV) di ibukota
Penulis: Ardiana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.COM, BALIKPAPAN- Dalam dunia perfilman, pasti gak lepas sama yang namanya aktris atau aktor. Menjadi seorang aktris atau aktor tentu bukan perkara mudah.
Hal inilah yang dialami oleh Resta, warga Kota Balikpapan yang tengah menjalani profesi sebagai pemeran Film Televisi (FTV) di ibukota.
Saat diwawancarai Tribunkaltim ditengah liburannya di kota asalnya, Resta menjelaskan bermain film memang ada susah senangnya.
Ia mengaku menggeluti dunia seni peran membuatnya kenal dengan banyak teman. Tapi susahnya adalah ketika ia harus memainkan karakter orang lain yang jauh dari kepribadiannya.
"Serunya di dunia peran, ya kita bisa punya banyak teman, banyak pelajaran dari yang lebih senior juga. Bisa jadi diri orang lain juga. Kan dalam naskah ada diri orang lain tuh, nah kita harus menjadi orang lain yg diluar dari diri kita sendiri.
Mainin peran menurutku senangnya kalau kita merankan atau jadi pribadi orang lain dan itu positiv, itu bisa kita ambil. Gak senangnya tuh jauh dari diri sendiri dan susah untuk jadi dari orang lain," ucapnya.
Baca juga: Maxime Bouttier Trending Twitter, Main Film Bareng Julia Roberts & George Clooney, Ini Profilnya
Baca juga: Film Rindu Orari Karya Muhammad Jaya Jadi Film Terbaik di Malam Anugerah Balikpapan Film Festival
Baca juga: Walikota Balikpapan Rahmad Masud Apresiasi Balikpapan Film Festival Berjalan Lancar
Wanita tersebut telah terjun dalam dunia seni peran sejak ia menjadi finalis juara 3 di tabloid gaul tahun 2010.
Ia juga sudah bermain lebih dari 5 judul FTV, beberapa sinetron, dan Iklan. Bahkan ia sempat main di film layar lebar berjudul stripping casting bareng Mad Kucil.
Sinetron yang pernah ia mainkan seperti ganteng-ganteng serigala hingga sinetron kolosal Raden kian Santang.
Menurutnya memainkan peran dalam sinetron kolosal sangatlah sulit. Karena harus menggunakan kata yang baku, dan tidak terlihat dibuat-buat. Bahkan ia mengaku sempat down karena beberapa kali salah menggunakan bahasa baku tersebut.
Namun pengalaman bermain film kolosal tersebut menjadi pengalaman yang berkesan karena perjuangannya untuk bertahan dan ditemani dengan semangat dari para seniornya.
"Yang paling puas selama ini pas aku main di sinetron kolosal Raden kian Santang. Karena menurut aku tantangan banget karena itu harus pakai bahasa yang baku, nangisnya harus pure, gak boleh salah sedikit. Dan disitu didikannya parah banget. Itu aku kena mental banget disitu.
Untuk sinetron kolosal gitu kan harus pakai kata yg baku, dan itu susah banget. Sampai beberapa kali take dan kena marah krunya. Dan pernah drop nangis. Sempat mikir mau keluar tapi aku harus berjuang. Untungnya juga disuport sama senior, untuk kuat mental dan tahan biar jadi orang gitu.
Biasanya kan di sinetron itu ada artis seniornya yang lebih lama, aku selalu dekatin mereka nanya ini gimana, dan lain-lain. Selalu nanya dan sharing. Itu jadi pelajaran." ucapnya semangat.
Resta yang kerap memerankan peran protagonis juga mengaku kesulitan ketika memerankan peran antagonis. Karena peran tersebut jauh dari karakternya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Resta-warga-Kota-Balikpapan-yang-tengah-menjalani-profesi.jpg)