Sabtu, 18 April 2026

Kesehatan

Jenis Penyakit Kulit yang Kerap Kali Dialami Jamaah Haji, Kenali Gejala dan Solusinya

Sebentar lagi akan berlangsung kegiatan ibadah haji di Arab Saudi. Banyak jamaah datang dari berbagai penjuru dunia, sambangi tanah suci

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
ILUSTRASI peserta calon jamaah haji asal Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur mengikuti tahapan kegiatan manasik haji di halaman masjid Islamic Center Kutai Barat. Hal yang perlu jadi perhatian para jamaah haji ialah soal kesehatan kulit. 

Penyakit kulit yang dapat terjadi pada jemaah haji ini, kata Milany, dapat dicegah dengan senantiasa menjaga kesehatan kulit yakni dengan kelembapannya.

Ia menambahkan, orang yang mengidap xerosis kutis memiliki ciri-ciri kulit terasa kasar, kering, tampak bersisik dan pecah-pecah.

Sehingga, apabila jemaah haji mengalami gejala penyakit kulit ini harus memperhatikan asupan cairan, mengoleskan pelembap, dan selalu menggunakan alat pelindung diri untuk terhindar dari paparan sinar Matahari secara langsung.

“Jemaah disarankan senantiasa memperhatikan tiga hal ini untuk menjaga kesehatan kulitnya selama di tanah suci,” ujar Milany dilansir dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (2/7/2022).

Kemenkes mengatakan bahwa jemaah haji rentan mengalami penyakit kulit. Salah satunya, dermatitis atopik adalah kelainan kulit yang didasari oleh adanya riwayat atopi atau alergi.

Ilustrasi jenis penyakit kulit eksim yang menyerang sekujur tubuh.
Ilustrasi jenis penyakit kulit eksim yang menyerang sekujur tubuh. (e-healthy.org)

Jika jemaah haji mengalami gejala dermatitis atopi seperti ini, dokter menyarankan untuk tidak hanya menggunakan pelembap, tetapi juga diberikan pula zat yang bersifat anti inflamasi.

“Anti inflamasi ini untuk mengurangi rasa gatal akibat pelepasan histamin dari dalam tubuh yang mengalami alergi,” ungkapnya.

Dokter Milany turut menyarankan agar jemaah haji tidak membiarkan kulitnya kering.

Tujuannya agar tidak terjadi luka pada kulit yang berakibat timbulnya selulitis.

Selulitis merupakan peradangan jaring sub kutis akibat infeksi bakteri.

Baca juga: NEWS VIDEO Penyakit Kulit Langka Diidap Maia Estianty, Ibu Al El Dul Sebut Tak Bisa Disembuhkan

Menurutnya, penderita diabetes lebih rentan mengalami selulitis, terutama bagi yang memiliki komplikasi diabetic foot.

Untuk itu jemaah haji terutama yang memiliki risiko tinggi terhadap terjadi penyakit kulit seperti penderita diabetes dan gangguan imunitas lainnya, harus lebih peduli dengan kesehatan kulitnya.

"Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” pungkas Milany.

Cara menjaga kesehatan kulit Bagi jemaah haji yang sedang menjalankan ibadahnya di Arab Saudi, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (6/10/2021) untuk menjaga kondisi kulit agar tetap lembab ialah tetap terhidrasi dengan meminum air yang cukup.

Pasalnya, meski kulit kering merupakan kondisi kulit yang kemungkinan besar akan bertahan lama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved