Berita Kutim Terkini
Serapan Anggaran Masih Rendah, Bupati Kutim Minta OPD Genjot di Triwulan Ketiga
Progres belanja modal, barang dan jasa serta pogres fisik di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terbilang sangat rendah
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Progres belanja modal, barang dan jasa serta pogres fisik di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terbilang sangat rendah.
Hal tersebut diungkap Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman usai rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-kabupaten.
Padahal kini sudah memasuki semester ketiga, namun progres masih terbilang lamban , sehingga Bupati Ardiansyah meminta seluruh OPD untuk melakukan percepatan.
“Kita sudah masuk semester ketiga, mohon segera digenjot. Yang sudah dilaksanakan pelelangan di perangkat daerah terkait,” ujarnya, Senin (4/7/2022).
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah, Rizali Hadi memaparkan realisasi pencapaian belanja modal, barang dan jasa hingga saat ini.
Baca juga: RSUD Kudungga di Kutim Punya Alat Hemodialisa, Pelayanan Cuci Darah Tak Perlu Jauh-Jauh Lagi
Baca juga: Harga TBS di Kutim Anjlok hingga Rp 800/Kg, Disbun Sarankan Petani Bermitra dengan Koperasi
Baca juga: Pemkab Kutim Jamin Hewan Kurban Bebas PMK, Pembeli Harus Periksa Surat Layaknya
Berdasarkan hasil Tim Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaraan (TEPRA) Kutim, keseluruhan realisasi serapan anggaran baru mencapai sekitar 25 persen.
TEPRA sendiri memiliki fungsi pokok sebagai penemu hambatan serapan anggaran dan meningkatkan kualitas penyerapan anggaran.
Oleh karenanya, Sekda turut mendorong agar OPD dengan anggaran belanja yang besar untuk segera meningkatkan progresnya hingga di atas 50 persen pada triwulan ketiga.
“Kita ingin di OPD yang besar anggarannya terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan dan Permukiman di triwulan ketiga ini bisa naik di atas 50 persen," ucapnya.
Baca juga: Kiat Warga Sangatta Kutim Membangun Bisnis Healthybites, Fokus Sediakan Pangan Sehat
Di sisi lain, Sekda meyakini sebagian besar OPD belum memahami TEPRA sehingga berpengaruh pada laporan progres yang masih rendah.
“TEPRA masih banyak yang belum paham, atau belum disosialisasikan terutama yang ada di kecamatan," ucapnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/upati-Kutai-Timur-Ardiansyah-Sulaiman-meminta-OPD-OPD-u.jpg)