Berita Kubar Terkini
Kasus Stunting di Kubar Jadi Perhatian Serius, Perbaikan Kualitas Pangan Akan Ditingkatkan
Kasus stunting masih terus menjadi perhatian serius oleh pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk diatasi
Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SENDAWAR- Kasus stunting masih terus menjadi perhatian serius oleh pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk diatasi.
Apalagi saat ini kasus stunting di Kubar masih cukup tinggi dan tersebar di 13 Kecamatan.
Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan sesuai arahan Presiden RI dalam virtual Zoom meeting pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022, yang diselenggarakan secara serentak pada Kamis kemarin (7/7).
Salah satu langkah mengatasi stunting dimulai dari perbaikan kualitas kebutuhan pangan.
“pergunakan lahan-lahan untuk menanam berbagai macam sayur-sayuran dan buah-buahan untuk berproduksi kebutuhan pangan sehari-sehari dan manfaatkan ini, untuk asupan gizi anak-anak kita karena anak-anak kita ini adalah penentu wajah masa depan Kutai Barat kelak," kata Bupati Kubar FX Yapan, Jumat (8/7).
Baca juga: Stunting Sulit Disembuhkan, Kadinkes Kutim Sebut Seribu Hari Pertama Kehidupan Jadi Masa Penting
Baca juga: Desa Olung Paser Raih Penghargaan Kampung KB dari BKKBN, Atasi Gizi Buruk dan Stunting
Baca juga: Trisno Nilai Pencegahan Stunting di Kutai Timur Bukan Pekerjaan Mudah
Dengan adanya tingkat Stunting yang tinggi kata dia akan susah untuk bersaing dengan negara-negara luar.
Maka dari itu regenerasi penerus kita harus dipersiapkan baik dari kesehatan maupun dari sumber daya manusianya.
“Saya juga berharap agar kita bisa lebih bersinergi lagi dalam memberantas stunting ini dan saya berharap kepada Kepala Desa dan seluruh elemen masyarakat Desa bisa bekerja bersama untuk lebih sigap memberantas Stunting.
Kita bisa sepanjang kita punya niat baik dan kita bisa sepanjang kita punya inovasi dan motivasi serta tanggung jawab yang harus dihadapi," ucapnya.
Selain itu, dia juga berharap pimpinan Puskesmas dan Pusban yang di dalamnya memiliki Bidan-bidan untuk mengawal seluruh Kampung di 13 Kecamatan yang mengalami stunting di Kubar.
Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Kader PEDALGAS, PKT Gelar Pelatihan Edukasi Stunting
"Hal ini perlu kerjasama kita dibidang pertanian, kesehatan, BKKBN, para Camat dan semua unsur masyarakat harus mengetahui angka Stunting di wilayah kita, disitulah kita fokuskan penanganan berupa pembinaan kepada Ibu pasca melahirkan 6 bulan. Saya yakin itu akan menghindari adanya Stunting tersebut," pungkasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
