Selasa, 28 April 2026

Idul Adha

Warga Binaan dan Petugas Gelar Salat Idul Adha di Lapas Tenggarong

Perayaan Iduladha 1443 H merupakan momentum yang ditunggu oleh umat muslim, termasuk di Lapas Klas IIA Tenggarong.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Hari raya Idul Adha yang ditetapkan pemerintah pada hari ini, Minggu (10/7/2022) sudah dipersiapkan oleh Lapas Klas II A Tenggarong agar kegiatan berlangsung lancar dan khidmat. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Perayaan Idul Adha 1443 H merupakan momentum yang ditunggu oleh umat muslim, termasuk di Lapas Klas IIA Tenggarong.

Hari raya Idul Adha yang ditetapkan pemerintah pada hari ini, Minggu (10/7/2022) sudah dipersiapkan oleh Lapas Klas II A Tenggarong agar berlangsung lancar dan khidmat.

Pelaksanakan salat Iduladha kali ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Muhammad Nasir yang juga wakil rektor I UINSI Samarinda.

Tepat pukul 07.15 wita, seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hadir dan berkumpul di Lapangan Lapas Klas II A Tenggarong.

Pelaksanaan salat led ini juga dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Agus Dwirijanto beserta seluruh pejabat struktural dan petugas yang lain.

Baca juga: Bupati Kukar Imbau Warga Bagikan Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik

Dalam khutbahnya, Muhammad Nasir menjelaskan tentang makna dari Idul Adha ini yang juga disebut sebagai idul haji dan idul qurban.

"Iduladha menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang harus berpisah dan meninggalkan istri beserta anaknya Nabi Ismail AS yang baru berusia beberapa bulan," ujarnya.

Di mana istri Nabi Ibrahim AS yang bernama Siti Hajar beserta anaknya harus ditinggal di sebuah gurun tandus tak berpenghuni dan beliau lakukan semata-mata sebagai bentuk ketakwaan atas perintah Allah SWT.

Dalam khutbahnya, Muhammad Nasir juga menceritakan bagaimana keridhoan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan anaknya yang saat itu berusia 7 tahun.

"Proses tersebut sebagai kerelaan seorang hamba dalam menjalankan perintah dan ujian dari Allah SWT," imbuhnya.

Ada 4 hikmah yang hendak disampaikan dalam khutbah tersebut. Pertama, kegigihan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah.

Baca juga: Bupati Kukar Edi Damansyah Tinjau Hewan Kurban, Dijamin Sehat dan Bebas PMK

Kedua, keikhlasan seorang hamba terhadap perintah dan ujian yang diberikan oleh Allah. Ketiga, kegigihan setan dalam menggoda keimanan seseorang.

Keempat, hikmah pemotongan hewan kurban yang merupakan representasi nilai ibadah melalui makanan yang baik dan halal.

"Kita harus meneladani tentang pengorbanan yang sudah dilakukan oleh nabi dan rasul yang telah mendahului kita. Semoga apa yang kita lakukan hari ini sampai dengan pemotongan kurban nantinya mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved