Berita Malinau Terkini

KISAH PILU Warga Sungai Tubu Jalan Kaki Seharian Tempuh Jarak 60 Km demi Berobat ke PKM Pulau Sapi

Warga desa pedalaman Malinau, tepatnya di Kecamatan Sungai Tubu, masih kesulitan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan.

HO/BAWASLU MALINAU
Ilustrasi mobilisasi logistik ke ibu kota Kecamatan Sungai Tubu, harus ditempuh berjalan kaki dari Kecamatan tetangga di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Warga desa di Kecamatan Sungai Tubu harus berjalan kaki seharian menempuh jarak 60 km menuju ke PKM Pulau Sapi untuk berobat. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Warga desa pedalaman Malinau, tepatnya di Kecamatan Sungai Tubu, masih kesulitan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan.

Akses warga Sungai Tubu sangat sulit untuk menjangkau lokasi fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas atau PKM Sungai Sapi yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Sungai Tubu.

Warga Sungai Tubu harus menyusuri dan menembus hutan dengan berjalan kaki untuk melewati antardesa. 

Keterbatasan pelayanan dasar di wilayah pedalaman dan perbatasan RI-Malaysia seolah menjadi lumrah bagi warga Malinau.

Di antaranya akses pelayanan kesehatan di Kecamatan Sungai Tubu. Perjuangan warga untuk menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan tidak semudah di wilayah perkotaan.

Baca juga: Hanyut Terseret Arus Sungai Tubu di Malinau, Dua Korban Masih Proses Pencarian

Kepala Puskesmas atau PKM Pulau Sapi Kecamatan Mantarang, Martinus menggambarkan perjuangan warga Sungai Tubu ke Fasyankes tersebut.

 
Pelayanan kesehatan PKM Pulau Sapi mencakupi wilayah di sekitar Kecamatan Mentarang.

Termasuk bagi masyarakat dari desa-desa pedalaman Malinau, di antaranya Kecamatan Sungai Tubu.

"Warga dari 5 desa di Kecamatan Sungai Tubu juga ke sini untuk pelayanan kesehatan. Dari 5 desa di sana aksesnya sangat sulit. Tidak bisa naik perahu atau pesawat tapi jalan kaki," ujarnya, Rabu (13/7/2022).

Karena jalur sungai tidak memungkinkan untuk dilalui moda transportasi air, warga Sungai Tubu terpaksa menempuh perjalanan dengan berjalan kaki seharian.

Berjarak lebih dari 60 kilometer dari Sungai Tubu ke PKM Pulau Sapi, warga harus berjalan kaki dengan menelusuri hutan, dari desa ke desa.

"Dari ibu kota Sungai Tubu, Desa Long Pada ke Long Ranau masih bisa pakai ketinting, kurang lebih setengah hari. Dari Long Ranau ke Long Nyau dari desa satu ke desa yang lain, ini kita jalan kaki. Ada sungai tapi tidak bisa dilewati," katanya.

Baca juga: Jelang Idul Adha Harga Bahan Pokok di Malinau Melambung, Warung Makan Kompak Naikkan Tarif Rp 3.000

 
Kecamatan Sungai Tubu membawahi 5 desa, yakni Desa Long Pada, Long Ranau, Long Nyau, Long Titi dan Rian Tubu.

Desa lainnya, yakni Desa Long Titi dan Rian Tubu ditempuh melalui jalur yang berbeda, tapi sama tetap dengan berjalan kaki seharian.

"Dua desa lain, jalur untuk ke sini berbeda. Dua desa yang berbatasan dengan Kecamatan Mentarang Hulu ini juga sama, jalan kaki. Singkatnya, harus siap fisik mental jalan kaki seharian," ungkap Martinus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved