Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Cara Membangun Karakter Anak Didik ala Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kukar

Dunia pendidikan tidak terlepas dari apa yang disebut dengan pengembangan karakter anak didik.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
HO/SUPARMANTO
Agus Suparmanto, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tengarong, Kukar saat bersama anak didiknya. Di sekolah perlu ada pengembangan karakter anak didik. Mengingat karakter setiap anak perlu ada. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dunia pendidikan tidak terlepas dari apa yang disebut dengan pengembangan karakter anak didik.

Penting bagi anak didik mencari karakter yang kuat untuk menatap masa depan yang lebih baik. 

Itulah prinsip yang disampaikan oleh Agus Suparmanto, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tengarong, Kukar kepada TribunKaltim.co pada Kamis (14/7/2022) via WhatsApp. 

Memang banyak teori bahwa pembangunan karakter difokuskan di usia anak-anak. Tapi implementasinya sepanjang hayat.

Baca juga: Kisah Guru SD di Marangkayu Kukar, Ajarkan ke Siswa soal Dampak Tambang Ilegal Batu Bara

Baca juga: Pembelajaran Daring Diapresiasi Masyarakat, Bupati Kukar Sebut Pendidikan Dapat Prioritas Tertinggi

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdikbud dan Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Mentorship Fasilitator

Kata dia, karakter ini sangat penting. Banyak fenomena pengembangan karakter di sekolah timbul tenggelam, karena perancangan teknisnya hanya di tataran program.

"Penguatan karakter hanya dengan karakter,” kata Agus Suparmanto, yang juga sebagai Fasilitator Daerah MBS Tanoto Foundation di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Pembangunan karakter ini bisa dirawat dengan pembiasaan terus menerus dan keteladanan.

Keteladanan pun prinsipnya dijalankan dengan kesepakatan dan konsistensi antara orang tua dan guru.

Baca juga: Tanoto Foundation Dukung Penanganan Covid-19, Berikan APD ke Rumah Sakit di 3 Wilayah

Keteladanan ini dapat memantulkan karakter bagus yang dirasakan oleh siswa. Secara vokal, Agus menceritakan pembangunan karakter.

Diyakini, visi dari SMPN 4 Tenggarong, Kutai Kartanegara yaitu berbudi pekerti luhur dan prestasi.

Agus Suparmanto, M.Pd di tengah situasi pembelajaran yang dinamis, meyakini memegang peranan penuh untuk memastikan proses pembelajaran dan pendampingan terkontrol mencapai prestasi akademis.

Untuk non-akademis, Agus memberdayakan sumber daya manusia dari praktisi untuk dapat mengikuti kompetensi nasional.

Visi prestasi, dengan terikat sama-sama lingkungan pendidik, mudah untuk bergerak secara kolektif untuk mencapai prestasi.

Baca juga: Platform Digital Kukar Pintar dan Cerdas, Mitra Terbaik Tanoto Foundation Seluruh Indonesia

Namun, visi budi pekerti, sulit diukur, namun mudah dirasakan. Untuk itu, Agus menanamkan bahwa mempunyai karakter yang baik itu penting kepada sesama guru, dimulai dari kepala sekolah, Agus Suparmanto.

Setelah itu, Agus melibatkan kolaborasi dan sinergitas orang tua dan guru sebagai keluarga sekolah untuk menggerakkan paguyuban sekolah, menjaga budaya literasi, dan kesehatan lingkungan sekolah.

Pihak SMP 4 Tenggarong merasakan sekali dampak dari harmonisnya hubungan antara orang tua dan guru di masa pandemi.

Yakni, secara bahu membahu meneruskan proses pembelajaran sekolah. Dengan melihat eratnya hubungan orang tua dan guru, siswa mempunyai haknya yaitu tumbuh dan mencapai potensinya di lingkungan layak dan penuh kasih sayang.

Hal yang mudah terukur untuk pembiasaan bagian dari pembangunan karakter adalah dengan budaya membaca. Ketertiban, saling tenggang rasa, dan ketekunan ditanamkan dengan budaya baca.

Baca juga: Tatap Bonus Demografi, Tanoto Foundation Kalimantan Timur Bekali SMP dan MTs di Paser dengan MIKIR

Walaupun sempat terpotong belajar dari rumah penuh, budaya ini dibawa ke rumah.

Orang tua dibantu dengan jurnal dari sekolah untuk memantau bacaan anak. Jurnal ini berisikan hari dan tanggal, serta narasi hasil refleksi bacaan dan rangkuman buku yang dibaca.

“Setelah sekolah dibuka untuk pembelajaran tatap muka penuh, kami tidak ada kendala meneruskan proses membaca rutin,” tutup Agus dalam diskusi sore bersama Tanoto Foundation.

Praktik mengelola sekolah yang berangkat dari visi ini merupakan cara Agus untuk menyediakan lingkungan yang nyaman untuk keluarga SMPN 4 Tenggarong.

Dengan lingkungan yang nyaman, proses penyerapan akademis dapat lebih mudah dicapai dan secara langsung mendorong siswa-siswanya untuk berperilaku hangat dengan sesama keluarga SMPN 4 Tenggarong.

Tata krama dan karakter bagus ini Agus yakini modal untuk nantinya melewati masa remaja dengan lebih produktif dan mawas. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved