Ekonomi dan Bisnis

Harga Daging Sapi di Penajam Paser Utara Tidak Mengalami Kenaikan Signifikan

Harga daging sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur tidak mengalami kenaikan signifikan

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Harga daging sapi di Penajam Paser Utara tak semahal saat lebaran Idul Fitri lalu, Kamis (14/7/2022).  

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Harga daging sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur tidak mengalami kenaikan signifikan pada lebaran Idul Adha kemarin.

Terpantau dipasar tradisional Nenang Kecamatan Penajam, harga daging sapi sebelum dan setelah lebaran ini, stagnan pada harga Rp140 ribu per Kilogram (Kg).

Diungkapkan pula oleh pedagang, Rati (44) bahwa kenaikan harga daging saat ini tidak seperti Idul Fitri lalu, yang bahkan bisa mencapai Rp160 per Kg.

"Lebih mahal waktu Idul Fitri, kalau ini mungkin karena ada daging kurban juga," ungkapnya Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Harga Daging Sapi di Penajam Stabil, Diprediksi Naik Jelang Idul Adha

Baca juga: Naik Hingga 20 persen, Harga Daging Ayam di Pasar Klandasan Balikpapan Tembus Rp 70 Ribu per Ekor

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Pandansari Balikpapan Meroket Tajam, Sentuh Rp 200 Ribu per Kg

Disinggung masalah pembeli, ia mengaku juga cukup ramai. Sehari sebelum lebaran saja ia bisa menjual bahkan hingga 60 kg dalam seharinya.

"Pembeli ramai saja, apalagi sehari sebelum Idul Adha, itu banyak saja yang beli," lanjutnya.

Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan PPU Bustam kepada TribunKaltim.co.

Bustam menyebut, meski tidak signifikan namun kenaikan harga ini masih dipengaruhi oleh adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menyebabkan pengetatan keluar masuknya ternak ke PPU.

"Daging sapi itu naik karena adanya PMK, seleksi sapi masuk itu ketat, sapi mau keluar juga sangat ketat baik dari Jawa, Sulawesi, karena terkendala itu pasokan yang mungkin bisa seratus persen, ini hanya 80 persen," terang Bustam.

Daging yang dijual masyarakat saat ini juga berasal dari peternak lokal, kalaupun ada daging dari luar PPU, kata Bustam tentu jumlanya tidak seberapa.

"Itu berasal dari peternak lokal kita, dan pemotongannya juga dari RPH," katanya.

Meski demikian, ia juga berharap harga daging sapi segera kembali normal, yakni dikisaran Rp130 ribu per Kg.

"Harapan kita bisa turun Rp130 lah, karena kemarin diposisi Rp 130 masyarakat enjoy juga, tapi kalau naik melebihi itu masyarakat juga bisa teriak," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved