Kamis, 16 April 2026

Berita Internasional Terkini

HASIL Pertemuan Langsung Rusia & Ukraina di Turki, Kesepakatan Penting Tercapai, Perang Masih Lanjut

Hasil pertemuan langsung Rusia dan Ukraina di Turki, inilah kesepakatan penting tercapai, namun perang Rusia vs Ukraina masih berlanjut.

Kolase Tribunnews Business Insider/AFP Handout dan AFP/SERGEI SUPINSKY
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Hasil pertemuan langsung Rusia dan Ukraina di Turki, inilah kesepakatan penting tercapai, namun perang Rusia vs Ukraina masih berlanjut. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hasil pertemuan langsung Rusia dan Ukraina di Turki.

Inilah kesepakatan penting tercapai kedua negara, baik Rusia maupun Ukraina.

Namun, walaupun berhasil mencapai kesepakatan perang Rusia vs Ukraina masih berlanjut.

Ya, kedua negara yang berseteru itu sepakat untuk saling menjamin kelancaran pengiriman pasokan pangan ke pasar global.

Untuk Rusia dan Ukraina sendiri merupakan pemasok utama gandum dan pupuk dunia.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: TERUNGKAP Alasan Sebenarnya Putin tak Senang Alina Kabaeva Hamil Anak ke-5 Saat Rusia Invasi Ukraina

Delegasi militer Rusia dan Ukraina dilaporkan telah mengadakan pertemuan di Istanbul Turki, pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas kelanjutan ekspor gandum Kyiv yang saat ini tengah mengalami masalah pengiriman di pelabuhan Laut Hitam Odessa.

Tercatat sejak awal invasi tepatnya pada 24 Februari lalu setidaknya sudah ada 23 juta ton gandum dan biji-bijian asal Ukraina yang tidak bisa dikirimkan ke pasar global, karena adanya blokade pelabuhan yang dilakukan Rusia.

Hal inilah yang membuat perdagangan di pasar global mengalami krisis akibat kekurangan stok pangan.

Kondisi tersebut bahkan telah membuat jutaan warga dunia terancam mengalami kekurangan asupan pangan bergizi.

Alasan ini yang membuat PBB khawatir apabila embargo di pelabuhan Laut Hitam Odessa terus berlanjut, maka kondisi pangan global akan mengalami ancaman serius.

"Banyak orang membicarakannya. Kami lebih suka mencoba dan melakukannya, kami memang bekerja keras tetapi masih ada jalan yang harus ditempuh," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Rusia dan Turki Jadi Juru Damai di Suriah, Mampukah Erdogan Mencuci Otak Putin atas Invasinya?

Dengan didampingi para pejabat PBB, perwakilan delegasi Rusia menyampaikan maksud negaranya melakukan embargo di pelabuhan laut Hitam yaitu untuk mencegah aksi penyelundupan senjata, bukan untuk membatasi ekspor pangan Kyiv.

Akan tetapi karena sikap Ukraina yang secara terang – terangan mengancam keamanan militer Rusia dengan sengaja memasang ranjau di sekitar wilayah perairannya, telah membuat Moscow kecewa hingga pihaknya memperketat aktivitas kapal kargo Ukraina yang melintas di laut hitam, dikutip dari Channel News Asia.

Meski hubungan keduannya tengah memanas, namun baik Rusia maupun Ukraina akhirnya sepakat untuk saling menjamin kelancaran pengiriman pasokan pangan ke pasar global.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved