News
Putin Gigit Jari, AS Luncurkan Bujuk Rayunya pada Cina dan India soal Harga Mati Minyak Rusia
Amerika Serikat kembali mengambil langkah untuk menjatuhkan perekonomian Rusia. Salah satunya merayu Cina dan India untuk membeli minyak murah.
Gagasan di balik pembatasan tersebut adalah untuk menurunkan harga gas bagi konsumen dan membantu menghentikan perang di Ukraina.
Namun, Cina dan India, dua negara yang telah mempertahankan hubungan bisnis dengan Rusia selama perang, perlu bergabung.
Pemerintah Amerika Serikat yakin Cina dan India, yang sudah membeli dari Rusia dengan harga diskon, dapat dibujuk untuk menerima rencana pembatasan harga.
Rencana batas harga Rusia ini pun mendapat dukungan di antara beberapa pemikir ekonomi terkemuka.
Ekonom Harvard, Jason Furman menyebutkan bahwa jika rencana itu berhasil, itu akan menjadi sebuah win-win solution untuk memaksimalkan kerusakan pada mesin perang Rusia sambil meminimalkan kerusakan di seluruh dunia.
James Hamilton, seorang ekonom di University of California, San Diego, juga mengatakan bahwa mengumpulkan partisipasi Cina dan India akan menjadi penting untuk menegakkan rencana pembatasan harga.
"Semakin sedikit pendapatan yang diperoleh Rusia dari penjualan minyak, semakin sedikit uang yang mereka miliki untuk mengirim bom ini ke Ukraina," katanya dikutip dari voanews, Rabu (13/7/2022).
(TribunKaltim.co/Hartina Mahardhika)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.