TOPIK
news
-
Empat mahasiswa Farmasi Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) berhasil menciptakan obat penawar diabetes dari sisik ikan gabus atau ikan haruan.
-
kebijakan baru bandara (SAMS) Sepinggan yang mengharuskan pengunjung menjemput dan memarkir kendaraan di gedung parkir menuai banyak komentar negatif
-
Wapres ke-9 RI Hamzah Haz meninggal dunia.Hamzah Haz merupakan seorang politikus dan Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia yang menjabat pada periode
-
Sejak Perang Dining berakhir, senjata nuklir masih menjadi momok dunia dan kini Rusia, Cina, Korea Utara, dan Iran sepakat beri ancaman.
-
Lantaran AS dan Barat makin unjuk gigi, kini ujung tombak kemenangan Rusia berbalik posisi hingga Putin angkat tangan.
-
Amerika Serikat umumkan akan melakukan kunjungan ke Taiwan dan Cina pun geram dengan lakukan serangan rudal hingga Jepang nyatakan ancaman baru.
-
Saling tuduh menuduh antara Rusia Ukraina lantaran melakukan terorisme nuklir hingga Turki turun tangan.
-
Imbas kedatangan AS, Cina latihan militer sinyal untuk Taiwan dan juga sinyal keras bagi Jepang.
-
Imbas potensi serangan lanjutan Rusia, NATO lakukan patroli udara siap hadapi perang dunia 3.
-
Imbas dari kunjungan AS ke Taiwan, Cina berikan tiga reaksi kerasnya di bidang diplomatik, militer, dan ekonomi.
-
Imbas serangan balik pada Rusia, Amnesty Internasional beri sanksi tegas pada Ukraina.
-
Sejak Putin lakukan invasi di Ukraina, AS punya harga mati untuk bantu Ukraina sampai titik penghabisan hingga Rusia pun siap hadapi kekalahan.
-
Jika Perang Dunia Ketiga terjadi, negara yang pertama kali diserang adalah Inggris karena Rusia menganggap Inggris merupakan ancaman dunia.
-
Belum tuntas konflik Rusia Ukraina, Korea Utara siap luncurkan nuklir untuk melawan AS dan Korsel.
-
Tak ingin kalah dari Ukraina, Putin kembali gunakan tangan besinya dan siap luncurkan nuklir.
-
Perang dunia 3 akan terjadi saat Putin luncurkan nuklir dan Cina bernai lakukan invasi di Siberia.
-
Lantaran kapal tempur Cina memasuki kawasan Indo-Pasifik, Indonesia dan Jepang sepakat tingkatkan hubungan. Siapkah kedua negara melawan Cina?
-
Sejak invasinya di Ukraina pada 24 Februari, Rusia telah deklarasi kemenangannya dengan lantang, ahli pun patahkan dan ungkap akan kalah.
-
Usai umumkan AS akan lakukan kunjungan ke Taiwan, Cina lakukan latihan militer. Akankah peperangan terjadi.
-
Sejak invasinya pada 24 Februari, kini Rusia ambil strategi perang terbaru yaitu tanamkan kebencian dan ketidakpercayaan warga pada Zelenskyy.
-
Lantaran Amerika Serikat unjuk gigi soal Taiwan, AS terseret pusaran konflik dengan Cina. Biden dan Xi Jinping adu mulut.
-
Rusia ternyata mendapat bantuan Belarusia untuk fasilitasi serangan rudal hingga dunia kecam Belarusia.
-
Dengan peningkatan ekonomi yang dimiliki, Cina disebut akan menjadi bintang kelas dunia hingga membuat AS membuat RUU Chip.
-
Pergolakan besar-besaran antara Amerika Serikat dan Rusia masih terus terjadi hingga Rusia minta barter tawanan dua warga AS dengan pedagang senjata.
-
Ketegangan makin memanas antara Cina dan AS usai AS putuskan akan kunjungi Taiwan yang diprediksi bulan depan hingga Beijing beri peringatan.
-
Tak ingin terima sanksi Barat, Rusia dan Cina gerilya ajak kerjasama Iran dan Arab.
-
Usai 30 tahun tingkatkan kekuatan, Cina kembali awasi Laut Cina Timur.
-
Minta dukungan invasi, Rusia cari sekutu di benua Afrika untuk lawan Ukraina, AS, dan Barat.
-
Amerika Serikat optimis Ukraina siap jadi juara dalam peperangan Rusia vs Ukraina yang telah berjalan selama 4,5 bulan hingga sekarang.
-
Imbas dari lamanya perang Rusia vs Ukraina yang terus terjadi, pengeluaran Rusia bak tali yang melilit leher. Kini Putin gunakan rudal lama.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved