Berita Pemkab Berau

Berau Kembangkan Destinasi Wisata Berbasis Low Carbon, Mangrove Tembudan Pilot Project Kemenparekraf

Kampung Tembudan menjadi salah satu pilot project dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang berbasis low carbon.

Editor: Diah Anggraeni
Disbudpar Berau 
Jajaran Pemkab Berau bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ketika membahas wisata Kampung Tembudan Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO - Salah satu objek wisata mangrove di Kampung Tembudan menjadi pariwisata berbasis low carbon.

Bahkan, sebagai salah satu pilot project dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dari lima objek wisata di Indonesia berbasis low carbon.

Baca juga: Lahan 1,3 Hektare untuk UMKM Center, Wi-Fi Gratis Perluas Pemasaran Produk Secara Online

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir mengatakan selain mangrove Tembudan, ada beberapa objek wisata lain yang juga memiliki potensi yang sama.

Seperti objek wisata mangrove di Kampung Teluk Semanting, Mangrove di Tanjung Batu, dan Mangrove di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan.

"Menjadikan objek wisata Berau berbasis low carbon merupakan salah satu program Pemkab Berau. Apalagi, salah satu objek wisata mangrove Tembudan, juga sudah menerapkan low carbon, dan mendapat apresiasi yang bagus dari Menteri Parekraf," ungkapnya, Kamis (14/7/2022).

Hanya kata Ilyas, sementara ini pengembangan wisata berbasis low carbon masih terfokus pada mangrove saja.

Ke depan itu akan merambah lokasi wisata alam lainnya, seperti wisata bahari atau wisata alam buatan.

"Kemenparekraf sangat mendukung pengembangan wisata berbasis low carbon ini dan, Berau diimbau menjadi destinasi pariwisata berbasis low carbon," jelasnya.

Baca juga: Tahun Ini, Perumda Air Minum Batiwakkal Pasang 3.000 SR Air Bersih

Memang untuk mewujudkannya tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Berau saja.

Perlu dukungan dari masyarakat, dan pelaku wisata lain yang bergerak di bidangnya.

Salah satu syarat wisata low carbon yakni harus didukung lingkungan yang bersih dari sampah, khususnya plastik.

Untuk itu, ia berharap pengunjung yang berwisata di berbagai objek wisata Bumi Batiwakkal, wajib menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved