Sabtu, 11 April 2026

Berita Internasional Terkini

Rusia Sikapi Ancaman Krisis Pangan Global, Ekspor Tepung dan Minyak Ditingkatkan

Tentu saja dari sisi ekonomi berimbas, tidak hanya bagi kedua negara yang berkonflik akan tetapi juga bagi masyarakat ekonomi global

Editor: Budi Susilo
theguardian
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Rusia kemudian mengambil sikap, kuota ekspor minyak bunga matahari ditingkatkan menjadi 400.000 ton. 

TRIBUNKALTIM.CO, MOSCOW - Rusia belakangan ini masih genjar melakukan serangan militer, perang dengan Negara Ukraina. 

Tentu saja dari sisi ekonomi berimbas, tidak hanya bagi kedua negara yang berkonflik akan tetapi juga bagi masyarakat ekonomi global. 

Rusia kemudian mengambil sikap, kuota ekspor minyak bunga matahari ditingkatkan menjadi 400.000 ton.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi ekspor tepung bunga matahari dimana jumlah ekspor pada komoditi ini naik sebesar 150.000 ton.

Baca juga: Tamparan Keras Sosok Bermuka Dua, Zelenskyy Pecat Pejabat Ukraina, Ternyata Jadi Mata Mata Rusia

Baca juga: Bermitra dengan Rusia, China Disebut akan Jadi Negara Adidaya, Tony Blair: Dominasi Barat Berakhir

Baca juga: Serangan Roket Rusia di Kharkiv Ukraina, Tiga Orang Kehilangan Nyawa, Kenapa? Untuk Apa?

Dengan jumlah tersebut Rusia akan kembali menjadi pemasok utama produk biji bunga matahari.

Krisis pangan di pasar global yang semakin kritis, membuat Pemerintah Rusia berinisiatif merelaksasi aturan baru yang dapat melonggarkan kegiatan ekspor minyak dan tepung bunga matahari, Minggu 17 Juli 2022.

Sebelum pemerintah menetapkan aturan ini, awalnya para produsen biji bunga matahari asal Rusia dilarang keras melakukan kegiatan ekspor dimulai sejak akhir Maret hingga 31 Agustus mendatang.

Alasannya, demi mencegah terjadinya kekurangan stok biji bunga matahari di tengah ancaman krisis pangan global.

Baca juga: ROKET GANDA M270 Ukraina Bikin Rusia Panik, Amerika Jadi Sponsor Utama Zelenskyy, Cek Respon Putin?

Diberlakukannya larangan ekspor saat itu juga dimaksudkan agar Moscow dapat mengurangi tekanan harga pada produk - produk domestik.

Namun tak lama setelah pemerintah memberlakukan aturan tersebut, produksi minyak bunga matahari dan tepung bunga matahari milik Rusia kembali meningkat pesat.

Hal inilah yang membuat stok dalam pasar domestik dinyatakan stabil.

Seorang wanita, penduduk setempat, duduk di sebelah barang-barangnya di luar sebuah bangunan yang sebagian hancur setelah penembakan di Chasiv Yar, Ukraina timur, pada 10 Juli 2022. Bangunan empat lantai itu dihantam oleh rudal Badai Rusia. Terbaru, Pemerintah Ukraina memerintahkan warganya untuk segera mengungsi, karena bakal terjadi perang dahsyat.
Seorang wanita, penduduk setempat, duduk di sebelah barang-barangnya di luar sebuah bangunan yang sebagian hancur setelah penembakan di Chasiv Yar, Ukraina timur, pada 10 Juli 2022. Bangunan empat lantai itu dihantam oleh rudal Badai Rusia. Terbaru, Pemerintah Ukraina memerintahkan warganya untuk segera mengungsi, karena bakal terjadi perang dahsyat. (Anatolii Stepanov / AFP)

Hingga akhirnya pemerintah mulai memperbolehkan para produsen di negaranya untuk melakukan transaksi ekspor meski jumlahnya dibatasi.

“Rusia telah meningkatkan kuota ekspor minyak bunga matahari dan tepung bunga matahari, Pasokan domestik kini telah cukup” ujar pejabat pemerintah Rusia yang tak disebutkan namanya.

Baca juga: INILAH Hasil Kesepakatan Rusia dan Ukraina di Turki, Sepakat Buka Akses Pangan, Perang Masih Lanjut

Mengutip dari Reuters kuota ekspor minyak bunga matahari ditingkatkan menjadi 400.000 ton, kebijakan serupa juga berlaku bagi ekspor tepung bunga matahari dimana jumlah ekspor pada komoditi ini naik sebesar 150.000 ton.

Dengan jumlah tersebut Rusia akan kembali menjadi pemasok utama produk biji bunga matahari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved