Berita Internasional Terkini

ALASAN Vladimir Putin Ancam Kurangi Pasokan Gas Rusia Saat di Iran, Barat & Uni Eropa Langsung Panik

Simak alasan Vladimir Putin ancam kurangi pasokan gas Rusia saat di Iran, Barat dan Uni Eropa langsung panik.

theguardian
Presiden Rusia, Vladimir Putin - Simak alasan Vladimir Putin ancam kurangi pasokan gas Rusia saat di Iran, Barat dan Uni Eropa langsung panik. 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak alasan Vladimir Putin ancam kembali kurangi pasokan gas Rusia saat di Iran.

Akibat pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin tersebut Barat dan Uni Eropa langsung panik.

Ultimatum yang diserukan Vladimir Putin saat di Iran, tak lain dipengaruhi oleh manuver Amerika Serikat yang turut campur dalam perang Rusia vs Ukraina.

Amerika Serikat jadi dalang penyebab, apabila Rusia benar-benar mengurangi pasokan gas.

Kondisi tersebut membuat ancaman resesi ekonomi di Eropa semakin besar.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Rumor Kesehatan Putin Kembali Mencuat, Jika Presiden Rusia Meninggal, Siapa yang Menggantikannya?

Dalam kunjungannya ke Iran, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kemungkinan akan kembali mengurangi aliran gas Rusia ke pelanggan Eropa.

Putin menuduh kebijakan yang dia ambil itu karena kesalahan Barat (Amerika Cs).

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (19/7/2022), Putin semakin meningkatkan tekanan pada Uni Eropa di tengah kekhawatiran Rusia bisa memotong pasokan gas.

Jika itu terjadi maka malapetaka ekonomi dan politik akan melanda Eropa pada musim dingin.

Sebab pada musim dingin ini kebutuhan akan gas sangat besar.

Pada Rabu (20/7/2022), Uni Eropa akan menguraikan rencana darurat untuk mengurangi permintaan gas dalam beberapa bulan ke depan.

Berbicara kepada wartawan Rusia di Teheran, Iran, Putin menyatakan jumlah gas yang dipompa melalui pipa Nord Stream Rusia ke Jerman akan turun lebih jauh.

Dari 60 juta menjadi sekitar 30 juta meter kubik per hari atau sekitar seperlima dari kapasitasnya, jika turbin tidak segera diganti.

Baca juga: Putin Akan Mencaplok Wilayah Ukraina Secara Meluas, Rusia: Kami Hanya Ingin Darah, Bukan Diplomasi

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved