Selasa, 5 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Terjawab Siapa Ajudan Ferdy Sambo yang Ancam Brigadir J Sebelum Tewas, Kuasa Hukum: Bukan Bharada E

Terjawab siapa ajudan Irjen Ferdy Sambo yang ancam Brigadir J sebelum tewas, Kuasa Hukum sebut bukan Bharada E.

Tayang:
Facebook Roslin Emika
Irjen Ferdy Sambo dan para ajudannya. Terjawab siapa ajudan Irjen Ferdy Sambo yang ancam Brigadir J sebelum tewas, Kuasa Hukum sebut bukan Bharada E. 

TRIBUNKALTIM.CO - Terjawab siapa ajudan Irjen Ferdy Sambo yang ancam Brigadir J sebelum tewas, Kuasa Hukum sebut bukan Bharada E.

Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut ada ancaman yang dialami Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J  sejak bulan Juni 2022 hingga tanggal 7 Juli 2022.

Lantas siapa yang mengancam membunuh sebelum tewas?

Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku sudah mengetahui siapa orang yang mengancam Brigadir J

Bukti jejak digital ancaman kepada Brigadir J tersebut pun ada.

Baca juga: Kematian Brigadir J Case Closed? Ketua IPW: Saksi Pembunuhan Minim, Pelaku Dugaan Pelecehan Tewas

Baca juga: Di Acara ILC, Usman Hamid Sebut Pihak Kepolisian Tidak Profesional Saat Awal Usut Kasus Brigadir J

Baca juga: Terbaru! Vera Simanjuntak Ungkap isi Pesan Brigadir J 17 Menit Sebelum Tembak Menembak Terjadi

Kamaruddin Simanjuntak menyebut orang tersebut sudah diidentifikasi dan memastikan bukan lah Bharada E.

Kamaruddin mengatakan sosok pengancam itu merupakan satu di antara sejumlah ajudan Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo dalam foto bersama.

Dalam foto tersebut, ada Brigadir J hingga Bharada E.

Namun Kamaruddin yakin bukan Bharada E yang melakukan pengancaman pembunuhan tersebut.

"Orang yang mengancam ini saya sudah kantongi namanya. Kalau pernah lihat sejumlah foto yang mereka foto bersama itu salah satu yang mengancam itu ada dalam foto itu. Yang jelas bukan Bharada E," kata Kamaruddin saat dihubungi, Senin (25/7/2022).

Kamaruddin kembali menceritakan soal ancaman yang diterima Brigadir J hingga membuat dia menangis.

Ancaman itu dimulai sejak Juni 2022 hingga sehari sebelum Brigadir J tewas yakni pada Kamis (7/7/2022).

Kamaruddin mengklaim memiliki bukti rekaman elektronik terkait adanya ancaman tersebut.

"Ada saksi yang sangat spektakuler. Nah saksi ini menyimpan rekaman elektronik di dalam rekaman elektronik ini ada ancaman pembunuhan dari bulan Juni 2022. Ancaman pembunuhan itu terus berlanjut hingga akhir tanggal 7 Juli 2022," ungkapnya.

Menurut Kamaruddin, Brigadir J sempat menyampaikan salam perpisahan kepada orang yang menjadi tempatnya bercerita terkait adanya ancaman ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved