Kamis, 23 April 2026

Berita Internasional Terkini

China menjadi Negara Pemberi Utang Terbesar di Dunia, Bantah Tudingan Ada 'Jebakan Utang'

China menjadi negara pemberi utang terbesar di dunia. China membantah tudingan 'jebakan utang' yang disebut Negara Barat.

Editor: Amalia Husnul A
AFP Photo/Sputnik/Pavel Bednyakov
Ilustrasi bendera China. China menjadi negara pemberi utang terbesar di dunia. China membantah tudingan 'jebakan utang' yang disebut Negara Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kini, China merupakan salah satu negara kreditur atau pemberi utang terbesar di dunia.  

Setiap tahunnya, nilai pinjaman yang diberikan kepada debitur juga terus mengalami pertumbuhan.

Selama dekade terakhir, seperti dilansir dari BBC, pinjaman yang diberikan oleh China ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah telah meningkat tiga kali lipat.

Total nilai pinjaman tahun 2020 mencapai 170 miliar dollar AS yang setara dengan Rp 2.550 triliun (kurs Rp 15.000 per dollar AS).

Namun secara keseluruhan diperkirakan komitmen pinjaman China  jauh lebih besar daripada angka yang tercatat.

Sementara itu, praktik yang dilakukan China menghadapi banyak kritik.

Dampak pinjaman dari China dinilai membuat negara tersebut berjuang mati-matian untuk melunasinya karena mendapatkan tekanan yang kuat dari Beijing.

Baca juga: Daftar 7 Kesepakatan Jokowi dengan Xi Jinping Saat Berkunjung ke China, Banyak MoU

Dengan tegas China membantah hal tersebut.

China balik menuduh negara Barat sengaja mengatakan hal demikian, untuk menodai citranya.

Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, China menyebut, “Tidak ada satu negara pun yang jatuh ke dalam apa yang disebut 'jebakan utang' sebagai akibat dari pinjaman dari China”.

Penelitian badan pembangunan internasional di William & Mary University di AS AidData menyebutkan, setengah pinjaman dari China ke negara-negara berkembang tidak dilaporkan dalam statistik utang resmi.

AidData mencatat, utang dari negara berkembang sering dijauhkan dari neraca pemerintah, dan diarahkan ke perusahaan milik negara dan bank-bank China, usaha patungan atau lembaga swasta.

Tercatat saat ini ada lebih dari 40 negara berpenghasilan rendah dan menengah, memiliki utang ke China lebih dari 10 persen dari PDB mereka.

Baca juga: Bermitra dengan Rusia, China Disebut akan Jadi Negara Adidaya, Tony Blair: Dominasi Barat Berakhir

Profesor Lee Jones di Queen Mary University of London mengatakan, China tidak mempublikasikan catatan pinjaman luar negerinya, dan sebagian besar kontraknya mengandung klausul non-disclosure yang mencegah peminjam mengungkapkan isinya.

“Kerahasiaan seperti itu adalah praktik umum untuk kontrak pinjaman internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved