Berita Kubar Terkini
Para Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Menjamur di Pinggir Jalan Kutai Barat
Momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus merupakan hari yang dinanti-nati oleh para pedagang
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus merupakan hari yang dinanti-nati oleh para pedagang musiman di berbagai daerah.
Salah satunya adalah penjual pernak-pernik 17 Agustus seperti bendera merah putih khas bendera kebanggaan negara Indonesia.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang perayaan hari kemerdekaan tahun ini, para pedagang musiman ramai bermunculan di tempat-tempat terbuka.
Seperti yang terpantau di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Para pedagang bendera musiman di Kutai Barat mulai ramai bermunculan dan menjajakan barang dangan merekah di pinggir jalan.
Baca juga: Pemkot Balikpapan Imbau Warga Sukseskan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
Baca juga: NEWS VIDEO Komunitas Pesepeda Wanita WCC Balikpapan Berbagi Bendera, Rayakan Hari Kemerdekaan
Baca juga: Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 500 Meter Libatkan 2.000 Orang, Meriahkan HUT ke-24 Kota Tarakan
Mereka menjual berbagai jenis bendera khas 17 Agustus dengan harga yang berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 150 bergantung bahan dan ukuran.
"Kalau bahannya bagus dan tebal itu harganya beda. Ada yang Rp 150 ribu perlembar ada juga yang Rp 100 ribuan," kata Bambang salah satu pedagang bendera musiman yang menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan poros Barong Tongkok-Melak pada Kamis (28/7/2022).
Dia menyebutkan, bendera yang dijual tersebut sebelumnya didatangkan dari luar daerah dengan harga yang telah disesuaikan dari asalnya.
"Rata-rata semuanya dari jawa jadi harga yang kita jual ini sudah standar karena hitungan diongkos kirimnya lagi," sebutnya.
Sementara itu, pedagang lain juga menyebutkan bahan-bahan pernak-pernik HUT RI sangat mudah didapatkan dan keutungan dari hasil penjualan juga dirada cukup baik.
Hanya saja saat berjualan di lapangan seringkali terkendala oleh larangan petugas.
"Mudah sebenarnya yang penting kita mau, untungnya juga lumayan cuman memang kendala kita sering diusir Satpol PP karena dianggap melanggar jualan di pinggir jalan," kata Mamang pedagang lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/setiap-tanggal-17-agustus.jpg)