Sabtu, 11 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 500 Meter Libatkan 2.000 Orang, Meriahkan HUT ke-24 Kota Tarakan

Ribuan warga Tarakan tumpah ruah memadati sepanjang jalan Mulawarman hingga Jalan Yos Sudarso, Minggu (19/12/2021) siang hingga sore tadi.

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kirab Bendera Merah Putih di perempatan GTM, sebanyak 85 lembaga dan komunitas tergabung dalam Gerakan di Bawah Satu Bendera Kota Tarakan terlibat dalam kirab yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-24 Kota Tarakan, Minggu (19/12/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Ribuan warga Tarakan tumpah ruah memadati sepanjang jalan Mulawarman hingga Jalan Yos Sudarso, Minggu (19/12/2021) siang hingga sore tadi.

Mereka tak sabar menanti parade kirab Bendera Merah Putih sepanjang 500 meter yang dimulai dari depan Bandara Juwata Tarakan, Jalan Mulawarman sebagai titik start dan finish di lampu merah perempatan Kelurahan Sebengkok Jalan Yos Sudarso.

Sekadar diketahui, aksi kirab Bendera Merah Putih ini untuk kedua kalinya dilaksanakan di Kota Tarakan.

Ini juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-24 Kota Tarakan yang jatuh pada 15 Desember 2021 kemarin.

Kegiatan kirab Bendera Merah Putih ini melibatkan 85 lembaga/instansi dan komunitas dengan panjang bendera 500 meter dan lebar dua meter.

Baca juga: 2 Tahun Pandemi Covid-19 di Tarakan, Kirab Bendera Merah Putih jadi Obat Rindu Warga

Baca juga: Jadi Kado HUT ke-24 Tarakan, dr Khairul Terima Penghargaan Golden Awards IV 2021 dari SIWO PWI

Inisiator Gerakan di Bawah Satu Bendera Kota Tarakan, Che Ageng mengatakan, kegiatan kirab bendera ini berkat kerja sama lembaga, ormas dan seluruh komunitas yang ada di Kota Tarakan.

Persiapannya sendiri memakan waktu sekitar satu bulan.

"Ini dilakukan karena teman-teman rindu akan keramaian. Karena biasanya ulang tahun Kota Tarakan ada keramaian, tapi tahun ini sepi. Sehingga kami berinisiatif untuk melakukan satu kegiatan yang bisa melibatkan banyak orang dan harus ada benda yang kami pegang dan kami putuskan itu Bendera Merah Putih," tutur Che.

Che Ageng menambahkan, kirab ini juga sebagai ungkapan rasa nasionalisme dan tentu dengan kirab Bendera Merah Putih tidak akan ditolak oleh siapapun.

Hari ini saja, lanjutnya, sekitar 2.000 orang ikut dilibatkan dalam kirab dan berjalan kaki dari Jalan Mulawarman sampai Jalan Yos Sudarso.

Baca juga: Cerita Khairul di Momen HUT Ke-24 Kota Tarakan, Beber Capaian 16 Program Unggulan Janji Kampanye

"Ada 85 lembaga dari unsur ormas, kesukuan, pencinta alam, komunitas, BEM universitas dan sebagainya," tuturnya.

Ia mengungkapkan makna dari pelaksanaan kirab ini agar masyarakat dan pemuda dapat menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya Tarakan yang memiliki banyak suku dan agama.

Tahun 2019 lalu, sebelum pandemi sebenarnya pernah dilakukan kirab. Namun ukurannya hanya sepanjang 220 meter dan itu juga dilaksanakan di momen HUT Tarakan.

Ini kali kedua dan tahun ini panjang bendera 500 meter.

"Lima ratus meter ini adalah kondisi keuangan teman-teman. Ini adalah murni dari donatur yang peduli dengan gerakan kami. Kami tidak melibatkan pemerintah, namun teman organisasi yang ikhlas menyumbangkan keahliannya. Kami jahit benderanya secara manual," bebernya.

Baca juga: Cerita Khairul di Momen HUT ke-24 Kota Tarakan, Wujud Smart City Percepat Digitalisasi

Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 13.00 WITA, start dari Jalan Mulawarman. Namun baru pukul 14.30 WITA rombongan mulai berjalan.

"Jam 10 massa sudah membeludak. Masyarakat juga antusias menyaksikan kirab ini," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved