Sabtu, 18 April 2026

Video Viral

Dapat Tambahan Senjata Berat Amerika Serikat dan Jerman, Ukraina Siap Gempur Rusia

Dapat tambahan senjata berat Amerika Serikat dan Jerman, Ukraina siap gempur Rusia

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra

TRIBUNKALTIM.CO - Ukraina kembali menerima bantuan tambahan berupa sistem peluncur roket ganda buatan Jerman dan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2022) Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov menyebut pemberian bantuan tambahan itu sebagai bagian dari serangkaian pengiriman senjata berat presisi tinggi yang telah dijanjikan oleh sekutu untuk Ukraina.

Dilansir dari Tribunnews.com, sebelumnya, Ukraina juga telah menerima tambahan empat sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) buatan AS.

"Saya berterima kasih kepada @POTUS dan @SecDef Lloyd Austin III dan orang-orang (AS) atas penguatan #UAarmy," tulis Reznikov di Twitter.

Sistem roket HIMARS memiliki jangkauan yang lebih jauh dan lebih tepat sasaran jika dibandingkan dengan artileri roket era Soviet Ukraina, sehingga memungkinkan pasukan Ukraina untuk mencapai target yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.

Baca juga: MENGEJUTKAN! Rusia Dapat Hadiah Drone Pembawa Bom Ukraina Pada Hari Angkatan Laut di Laut Hitam

Menurut perkiraan para ahli, Ukraina sudah mengoperasikan hingga selusin sistem HIMARS.

Selain itu, militer Ukraina juga telah menerima tiga MARS II MLRS, versi Jerman dari M270 Multiple Launch Rocket System buatan AS.

Pengiriman itu diumumkan oleh Christina Lambrecht, menteri pertahanan Jerman pada 26 Juli.

Menurut spesifikasi dari pabrikannya yakni Kraus-Maffei Wegmann, MLRS MARS II dapat mencapai target pada jarak hingga 70 km (43 mil), tergantung pada jenis amunisi yang digunakan.

Hal ini dirancang untuk menghancurkan pasukan dan peralatan, pertahanan udara, pos komando dan komunikasi serta untuk meletakkan ranjau.

Baca juga: Belum Usai Konflik Rusia Ukraina, Korea Utara Siap Luncurkan Nuklir untuk Melawan AS dan Korsel

Ukraina sejauh ini telah menerima howitzer self-propelled Panzerhaubitze 2000 Jerman. Lambrecht pada 26 Juli juga mengumumkan pengiriman lima sistem anti-pesawat Gepard.

Sebelumnya, Kyiv juga telah meminta sekitar 1.000 howitzer, 500 tank, dan 1.000 drone kepada sekutunya untuk mengusir pasukan Rusia.

Di sisi lain, negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Norwegia dan Polandia juga telah memasok Ukraina dengan sistem artileri. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved