Berita DPRD Samarinda

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Kebocoran PAD Kota Samarinda dari Retribusi Parkir Dan Reklame

Komisi II DPRD Samarinda menggelar Rapat Koordinasi Mengenai PAD Kota Samarinda, Selasa (2/8/2022).

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Sarikatunnisa
Wakil Ketua Komisi II Fahrudin menyoal kebocoran PAD Kota Samarinda Selasa (2/8/2022). (Tribun Kaltim/Sarikatunnisa) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi II DPRD Samarinda menggelar Rapat Koordinasi Mengenai PAD Kota Samarinda, Selasa (2/8/2022).

Dalam rapat ada dua hal yang dipersoalkan, yaitu retribusi parkir dan pajak reklame.

Retribusi parkir tepi jalan targetnya untuk tahun 2022 sekitar Rp 3,5 miliar. Tetapi terhitung sejak awal tahun sampai dengan bulan juli baru tercapai Rp 926 juta atau hanya 26,48 persen.

Baca juga: Anggota Komisi III DPRD Samarinda Markaca Optimis Program Pro Bebaya Bisa Berjalan

“Padahalkan Wali Kota kan sudah menggadang-gadankan di parkir. Di Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol Ternyata realisasinya tidak bisa. Tetap juru parkir itu pegang uang cash,” ujar Wakil Ketua Komisi II Fahrudin kepada media.

Jika dihitung jumlah kendaraan di Samarinda hampir 780.000 unit, dengan 150.000 unit roda empat dan 600.000 unit roda dua.

“Kalau dihitung secara kasar, kalau kita ambil 10 persen dari 780.000 itukan ada 70.000 unit yang jalan setiap hari, satu hari saja mereka bayar parkir Rp 2 ribu, itu ada sekitar Rp 140 juta sehari,” jelasnya Fahrudin.

Baca juga: Pengendara Motor dari Arah Tenggarong Menuju Samarinda Tewas Usai Tabrak Truk yang Antre Mengisi BBM

Sehingga kalau diakumulasi selama satu bulan kurang lebih sekitar Rp 4,2 Miliar yang bisa didapatkan dari 10 persen kendaraan di Kota Samarinda

Fahrudin menginginkan ketegasan Pemkot harus diperjelas karena itu potensi fresh money.

Fahrudin menilai dengan adanya pembayaran  tab money akan langsung membuat uangnya masuk ke kas daerah.Tapi Fahrudin mengakui bahwa memang merubah sistem tidak semudah mengubah telapak tangan.

Baca juga: 3 Kandidat Pengganti Kiper Borneo FC Angga Saputro Saat Nanti Lawan Persib Bandung di Samarinda

Yang kedua mengenai reklame. Fahrudin menilai tidak masuk akal dengan hasilnya karena seluruh kota dipenuhi oleh reklame.

Fahrudin menjelaskan asal mula dari adanya kebocoran tersebut. Awalnya pengusaha ingin memasang izin reklame kemudian mereka meminta izin rekomendasi titik itu di PUPR.

Setelah dapat rekomendasi itu kata dia, pengusaha langsung memasang ini reklame tanpa mendapat IMB yang sehingga pengusaha tidak dipungut pajaknya.

“Makanya nanti kami minta kepada Bapeda untuk minta data semua reklame yang ada. Kita akan coba nanti panggil asosiasi reklame, kemudian PUPR  yang bagian rekomendasi titik, kemudian perizinan yang mengeluarkan IMB,” tegasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved