Berita DPRD Samarinda

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Markaca Optimis Program Pro Bebaya Bisa Berjalan

DPRD Kota Samarinda menggelar Rapat Banggar DPRD Kota Samarinda Bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kota Samarinda Membahas KUA TA 2023.

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Sarikatunnisa
Markaca ketika dikunjungi di ruangannya di kantor DPRD Samarinda. Selasa (2/8/2022). (Tribun Kaltim/Sarikatunnisa) 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - DPRD Kota Samarinda menggelar Rapat Banggar DPRD Kota Samarinda Bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kota Samarinda Membahas KUA Tahun Anggaran 2023.

Rapat membahas terkait masalah pendapatan asli daerah yang semula 536 miliar tadi di murni 2023 naik menjadi 22 persen menjadi 600 Miliar lebih juga dibahas masalah tarik ulurnya pro bebaya.

"Jadi pro bebaya ini kan program yang luar biasa menurut saya karena ini bersifat baru, spesial jadi ketika pada hal yang luar biasa itu yang ketika kemarin itu biasa" ungkap Markaca ketika dikunjungi Tribunkaltim.co Selasa (1/8/2022).

Baca juga: Pengendara Motor dari Arah Tenggarong Menuju Samarinda Tewas Usai Tabrak Truk yang Antre Mengisi BBM

Markaca menilai banyaknya komentar bahkan pesimis itu biasa, tetapi ada ungkapan bahwa gantungkan cita citamu setinggi langit.

"Karena kita harus memupuk harapan kita dan saya tidak akan respect ketika seorang walikota tidak mempunyai cita cita" tegasnya.

Markaca optimis paling tidak itu 80 persen bisa terlaksana karna dasar hitungan ilmiahnya ada.

Disamping itu Markaca juga memuji kinerja Pemkot terkait Pendapatan Asli Daerah.

Baca juga: 3 Kandidat Pengganti Kiper Borneo FC Angga Saputro Saat Nanti Lawan Persib Bandung di Samarinda

Sektor penghasil PAD di Samarinda yang pertama jasa yang berikutnya dari sektor pajak.

"Itulah keahlian Pak Walikota meng-up untuk PAD ini naik yang nanti akan diimplementasikan ke lapangan menjadi sebuah pembangunan yang bermanfaat buat masyarakat Kota Samarinda" ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa Program Pro Bebaya diadopsi dari program yang ada di Kediri dan hanya ada dua di Indonesia. Dimana setiap RT diberi anggaran 100 Juta untuk pembangunan.

Markaca mengatakan bahwa ketika diawal terjadi pro kontra di Samarinda, begitu juga yang terjadi di Kediri.

Baca juga: Mei Hingga Agustus 2022, Polresta Samarinda dan Polsek Jajaran Berhasil Ungkap 7 Kasus Curnamor

"Tapi yang jelas saya mengapresiasi pak Wali Kota Samarinda bersama jajarannya yang tetap bekerja berjuang dengan tenaga dan pikiran" ungkapnya.

Markaca berharap dari program ini bisa menyentuh masyarakat dari golongan paling bawah.

"Pasalnya dulu kalau ada orang daerahnya yang ingin melakukan perbaikan melalui APBD menunggu bertahun tahun tidak ada realisasinya, karna yang jelas usulan 59 kelurahan yang ada di Samarinda itu 10 triliun hampir 15 triliun sementara PUPR selaku penguasa pengguna anggaran untuk pembangunan perusahaan tidak sampai 1 triliun" sambungnya.

Markaca juga menambahkan bahwa pemimpin yang berhasil itu ketika dapat bermanfaat untuk masyarakat yang dipimpinnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved