Berita Nasional Terkini

Presiden Jokowi Dipuji DPR RI Gegara tak Naikkan Harga BBM Subsidi

Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI- Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan. 

TRIBUNKALTIM.CO- Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Keputusan ini mendapat pujian dari anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad.

Ia menilai Jokowi memiliki komitmen untuk tetap berpihak kepada masyarakat. 

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, subsidi merupakan pilihan kebijakan yang membutuhkan komitmen politik untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

"Kita bersyukur Presiden Jokowi memiliki komitmen menjaga harga BBM di harga Rp 7.650," kata Kamrussamad dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Harga BBM Pertamax Turbo Naik Lagi Hari Ini, 3 Agustus 2022, Cek untuk Kalimantan Timur

Baca juga: Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Agustus 2022, Cek untuk Kalimantan Timur

Baca juga: Harga BBM Turun di Beberapa SPBU Berikut, Mulai Resmi 1 Agustus 2022

Stabilnya harga BBM Subsidi, kata Kamrussmad, memiliki dampak besar bagi perekonomian Indonesia yang terancam oleh resesi global.

"Sehingga, tekanan resesi ekonomi global, mulai dari resesi AS, pelemahan ekonomi China, dan gangguan rantai pasok akibat konflik Ukraina-Rusia, masih dapat terkendali," terangnya.

Kamrussamad mengatakan, laju inflasi di Indonesia pada bulan Juli tergolong tinggi akibat naiknya harga-harga bahan kebutuhan pokok.

"Di bulan Juli, sebagai contoh, laju inflasi sudah sebesar 4,94 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 4,35 persen dan sekaligus jadi yang tertinggi sejak Oktober 2015. Kenaikan inflasi ini jelas disebabkan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat," jelas Kamrussamad.

Kenaikan harga kebutuhan pokok yang meningkatkan laju inflasi tersebut, dapat diperparah jika pemerintah tak memberikan subsidi terhadap BBM.

"Kita bisa bayangkan kalau BBM tidak disubsidi, lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat pasti sudah melonjak tidak terkendali. Krisis ekonomi saat ini, bisa bergeser menjadi krisis sosial, bahkan politik. Ini yang tidak kita inginkan," imbuhnya.

Ia pun menegaskan, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi bukanlah suatu tindakan pemborosan.

Pasalnya, APBN telah dirancang sebagai pengendali inflasi dengan menjaga daya beli masyarakat.

Baca juga: Harga BBM Naik per 10 Juli, Simak Cek di Kaltim untuk Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex

"Subsidi BBM dari APBN jangan dianggap pemborosan. Sebab APBN kita sudah dirancang sebagai shock absorber. Tujuannya adalah mengendalikan inflasi, menjaga daya beli rakyat, dan menjaga momentum pemulihan. Sebab kalau tidak demikian, guncangannya akan sangat keras bagi masyarakat. Daya beli akan melemah. Padahal, konsumsi domestik menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi kita," pungkas Kamrussamad. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Harga BBM Subsidi Stabil, Anggota Komisi XI DPR Puji Jokowi Berpihak pada Rakyat, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/08/03/harga-bbm-subsidi-stabil-anggota-komisi-xi-dpr-puji-jokowi-berpihak-pada-rakyat.

 

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved