Berita Samarinda Terkini
Polisi Ungkap Proses Pelarian Pelaku Tindak Asusila di Samarinda
Satreskrim Polresta Samarinda berhasil menangkap Crap (nama samaran), pelaku tindak asusila yang berhasil kabur selama satu bulan lamanya.
TRIBUNKALTIM.CO - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda berhasil menangkap Crap (nama samaran), pelaku tindak asusila yang berhasil kabur selama satu bulan lamanya.
Diketahui, Crap diduga melakukan perbuatan asusila terhadap Indah (nama samaran) yang masih berusia 14 taqhun dan mengalami gangguan kognitif atau keterlambatan berfikir.
Crap sendiri berhasil diamankan petugas di kawasan Batuah, Kecamatan Loa Janan saat hendak melarikan diri pada Rabu (27/7/2022) lalu.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma sena saat dikonfirmasi Selasa (9/8/2022) sore ini.
Baca juga: Disporapar Samarinda Akan Lakukan Perbaikan Venue Olahraga Untuk Tingkatkan PAD
"Dia (Crap, tersangka) memang dalam pelarian karena sebelumnya mau diamankan di Palaran, tetapi ternyata kabur, sudah sampai di Batuah," bebernya.
Dijelaskannya juga bahwa dalam pelariannya, tersangka 36 tahun tersebut diantar oleh rekannya dan hanya membawa telepon genggam miliknya.
"Karena dia bawa handphone jadi bisa terlacak," jelasnya.
Baca juga: Sempat Kabur, Pelaku Tindak Asusila Remaja Putri di Palaran Samarinda Ditangkap
Dari hasil interogasi, pelaku mengaku memiliki hubungan asmara dengan remaja 14 tahun tersebut.
Pria yang merupakan tetangga korban ini bahkan membantah telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban.
"Ngakunya hanya meraba. Pelaku juga mengaku tidak tahu kalau korban adalah anak berkebutuhan khusus, tahunya gadis 14 tahun," paparnya.
Baca juga: Sambut HUT Kemerdekaan RI, 1.036 WBP Narkotika Samarinda Diusulkan Terima Remisi Umum
Kendati demikian, Crap telah ditetapkan sebagai tersangka dengan buktu visum yang ada.
Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (23/6) lalu, orangtua dari Indah mendatangi Mapolresta Samarinda untuk melakukan pelaporan terkait tindak asusila yang dilakukan Crap terhadap remaja 14 tersebut.
Padahal sejak awal orangtua dari Indah telah memperingatkan Crap, bahwa sang putri memiliki kekurangan keterlambatan berfikir atau Kognitif dan belum memahami apa yang terjadi.
Namun, karena kadung jatuh hati kepada remaja putri tersebut membuat Crap gelap mata dan melakukan tindakan asusila tersebut. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/korban-kekejaman.jpg)