Senin, 4 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Akibat 2 Tanggul Limbah Batu Bara Jebol, Akses Jalan Putus dan Rumah Warga Terendam di Malinau

Diduga akibat 2 tanggul limbah batu bara milik PT KPUC jebol secara beruntun, akses jalan di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/HO-Warga Desa Langap
Kejadian pertama jebolnya tanggul batubara milik PT KPUC di Pit Seturan, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (14/8/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Diduga akibat 2 tanggul limbah batu bara milik PT KPUC jebol secara beruntun, akses jalan di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, terputus.

Bahkan rumah warga ikut terendam banjir, sehingga sejumlah warga harus diungsikan ke tempat yang aman.

Permukimam warga di Desa Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan dilanda bencana beruntun.

Setelah kejadian tanggul jebol milik PT KPUC, pemegang konsesi perusahaan batu bara di Desa Langap pada Senin (15/8/2022), kejadian serupa terulang pada Selasa (16/8/2022) kemarin.

Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Adat se-Sungai Malinau, Elisa Lungu mengatakan, kegiatan ini terjadi beruntun dua hari berturut-turut.

Baca juga: Tanggul Jebol Sebabkan Banjir di Kelurahan Nenang PPU, Rusak Sejak April Lalu

 
Kejadian hari ini mengakibatkan akses masyarakat di Desa Langap terputus karena khawatir diseret arus banjir. Masyarakat terpaksa diungsikan akibat bencana tersebut.

"Kejadian ini kedua kalinya setelah kemarin. Kali ini tanggul Safari KPUC Jebol. Kami saat ini terpaksa mengungsikan warga. Jembatan kami di Sungai Sidi juga hanyut. Akses putus tidak bisa dilalui," ujarnya saat dihubungi TribunKaltara.com, Selasa (16/8/2022).

Elisa Lungu menerangkan banjir tersebut bukan merupakan banjir biasa, melainkan banjir yang diduga merupakan air limbah batu bara.

Masyarakat menderita kerugian materiil, mulai dari ternak yang mati terseret air, akses jalan terputus hingga rumah tergenang diduga limbah.

"Ini kejadian pagi tadi. Perusahaan KPUC selaku pemilik kolam kami minta bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa warga Langap. Kejadian ini bentuk nyata bahwa apa yang kami alami ini nyata," katanya.

Saat ini, warga di Desa Langap masih mengungsi menghindari banjir. Sejumlah warga terdampak berdiam di dataran tinggi.

Baca juga: Kolam Batu Bara di Malinau Jebol, Air Baku PDAM Sulit Diolah

 
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Malinau, John Felix Rundupadang mengatakan, saat ini pihaknya juga berada di Malinau Selatan untuk meninjau kejadian.

Selain itu, aparat keamanan hingga Satuan Tugas Pantau lintas instansi berada di lokasi memeriksa dampak dan kejadian tersebut. 

Bupati Minta Aktivitas Perusahaan Distop Sementara

Kolam penampungan batu bara jebol hingga ke wilayah permukiman penduduk di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (16/8/2022). TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kolam penampungan batu bara jebol hingga ke wilayah permukiman penduduk di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (16/8/2022). TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)

Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara)  menggelar konferensi pers secara Daring, Selasa (16/8/2022) tadi malam menjelaskan duduk perkara dua kejadian jebolnya tanggul batu bara di Kecamatan Malinau Selatan.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved