Berita Tana Tidung Terkini

Distribusi Air PDAM Masih Mati, Warga Tana Tidung Harus Rogoh Isi Kocek Dalam-dalam

Masyarakat di Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara sampai sejauh ini masih dalam kondisi susah mendapatkan air bersih

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Meteran PDAM sebagai alat pengukur penggunaan air bersih dari PDAM. Masyarakat di Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara sampai sejauh ini masih dalam kondisi susah mendapatkan air bersih. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Masyarakat di Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara sampai sejauh ini masih dalam kondisi susah mendapatkan air bersih

Pihak PDAM Tana Tidung menghentikan sementara pelayanan penyediaan air bersih

Kontan saja, warga kesulitan dan solusinya harus mengeluarkan banyak uang untuk hanya membeli air bersih

PDAM Tana Tidung, hingga hari ini, Senin (22/8/2022) masih menghentikan sementara waktu pendistribusian air bersih di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Baca juga: Air PDAM Belum Mengalir, Lumpur Sisa Banjir di Rumah Warga di Bontang tak Kunjung Dibersihkan

Hal itu tentu sangat berdampak pada masyarakat Tana Tidung, khususnya para pelanggan PDAM Tana Tidung.

Namun, dibalik berhentinya pendistribusian air PDAM Tana Tidungsementara waktu ini, tentu menghasilkan cuan bagi penjual air bersih di Kabupaten Tana Tidung.

Salah satu penjual air bersih di Kabupaten Tana Tidung, Yance Padang mengatakan, semenjak pendistribusian air PDAM dihentikan, pendapatannya jauh meningkat dari sebelum-sebelumnya.

Dia menyampaikan, dalam sehari dirinya mampu meraup keuntungan ratusan ribu rupiah.

Baca juga: Demi Jokowi Kemah di IKN Nusantara, Listrik, Air PDAM, hingga Akses Jalan Disiapkan

"Kalau sekarang, sehari itu bisa lah dapat sampai Rp 300 ribu gitu, tergantung juga berapa yang pesan. Tapi semenjak air (PDAM) mati, ada aja terus yang pesan air," ujarnya kepada TribunKaltara.com

Dia menyebutkan, dirinya menjual air bersih Rp 50 ribu per profilnya. Harga tersebut tentunya hanya berlaku di Tideng Pale dan sekitarnya.

Di luar wilayah itu, dia mengaku menjual air di atas Rp 50 ribu, tergantung jauh pengantarannya.

"Targantung lagi jaraknya, kalau jauh ya bisa sampai Rp 70 ribu satu profil. Karena kan kita juga hitung uang bensinya," katanya.

Baca juga: Beginilah Modus Pelaku Pencurian Meteran Air PDAM Tirta Kencana Samarinda

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam sehari ia bisa menjual air 6 hingga 7 profil. Padahal sebelum-sebelumnya, air bersih yang ia jual biasa hanya terjual 2 sampai 3 profil saja.

"Lumayan lah banyak yang cari air semenjak mati air PDAM ini. Kadang malam pun ada juga yang pesan air.

Warga menampung air hujan sebagai kebutuhan air bersih, untuk cuci, mandi, mengingat sejauh ini warga masih mengalami krisis air dari PDAM.
Warga menampung air hujan sebagai kebutuhan air bersih, untuk cuci, mandi, mengingat sejauh ini warga masih mengalami krisis air dari PDAM. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Sebelum mati air PDAM, yang pesan air itu sedikit aja, itu juga belum tentu ada yang pesan dalam sehari," tuturnya.

Meski demikian, dia berharap air Sungai Sesayap dapat segera membaik dari cemaran limbah batu bara di Malinau.

Sehingga, aktivitas warga Tana Tidung pun dapat kembali berjalan dengan baik. Mengingat, air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Penjual Air Bersih Untung Ratusan Ribu Rupiah, Saat Pendistribusian Air PDAM Tana Tidung Dihentikan 

Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved