Berita Samarinda Terkini

Harga Telur Terus Meroket Hingga Rp 62 Per Piring, Pedagang Pasar Segiri Samarinda Batasi Stok

Sepekan lebih sudah kenaikan harga telur ayam masih terus terjadi di kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur termasuk Kota Samarinda

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Harga telur ayam di Pasar segiri terus mengalami kenaikan. Per piring tembus Rp 60 ribu.TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Sepekan lebih sudah kenaikan harga telur ayam masih terus terjadi di kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur termasuk Kota Samarinda.

Menurut penuturan para pedagang, kenaikan harga sudah terjadi sejak satu minggu lebih ini.

Bahkan mereka mengaku kenaikan kali ini adalah yang tertinggi dari yang pernah terjadi.

"Kalau Lebaran pasti naik juga. Tapi pasti akan normal kembali. Tapi ini enggak, tiap hari naik," keluh Kahar (35) salah seorang pedagang telur di Pasar Segiri Samarinda.

Ia menyebutkan, saat ini 1 piring telur ayam besar dari harga normal Rp 50- 55 ribu, kini sudah menyentuh angka Rp 62 ribu.

Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan Tuduh Program Bansos Kemensos Picu Harga Telur Ayam Meroket

Baca juga: Harga Telur Naik, DPR Tuding karena Konflik Rusia vs Ukraina hingga Pasokan yang Minim

Baca juga: Harga Telur di Balikpapan dan Kutai Timur Alami Kenaikan, Bisa Capai Rp 65 Ribu per Piringnya

Sedangkan untuk telur berukuran kecil dari harga Rp 40 ribu kini menjadi Rp 50 ribu lebih per piringnya.

"Jadi kalau per bijinya yang besar dulu Rp1.800 kini Rp 2.200, yang kecil Rp 1.800," sebutnya.

Akibat kenaikan ini, jelasnya, biasanya mereka menyuplai telur ayam dari Surabaya sebanyak 300-400 ikat (1 ikat sama dengan 5 piring), sekarang hanya berani meminta 250 ikat.

"Terpaksa ngurangin (pengiriman telur) karena omset sedang menurun, tapi harga dari penyuplai terus naik. Takut busuk karena susah jualnya susah," keluhnya.

Dirinya mengaku sempat bertanya mengapa harga dari penyuplai terus meningkat.

Di mana para produsen mengaku saat ini kebanyakan ayam petelur telah menua, dan mulai peralihan ke petelur muda.

"Yang muda produksinya masih sedikit. Sedangkan permintaan tinggi. Jelas tidak terpenuhi, dan berimbas ke harga yang terus naik," bebernya.

Kenaikan harga telur ayam ini tentu berimbas kepada para Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Salah satunya Rozikin (34), penjual jajanan telur gulung yang mengaku saat ini modal untuk berjualan lebih besar dari pada untung.

Ia menyebutkan, sehari-harinya bisa menghabiskan 3 piring telur ayam untuk membuat jajajan tersebut.

Baca juga: Harga Telur di Balikpapan Naik, Pedagang Tuding karena BBM dan Pakan Ternak Mahal 

"Sekarang harga telur naik Rp 60 ribu lebih. Tapi tidak mungkin kita menaikan harga jajanannya karena pangsa pasarnya adalah anak SD," sebutnya.

"Pusing juga karena sekarang harga minyak dan tepunh sudah normal. Tapi telur lagi yang naik. Semoga (harga telur) segera turun, karena untung kami tidak seberapa," harapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved