Berita Balikpapan Terkini

Psikotropika Sintetis di Kaltim Didominasi Tembakau Gorilla, Modusnya Penjualan Pakai Kemasan Herbal

Per Desember 2020 lalu, badan narkotika internasional mencatat sebanyak 1.047 zat psikotropika sintetis yang kemudian dikenal dengan sebutan NPS.

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Konselor Adiksi Ahli Muda BNNK Balikpapan, Henny Damayanti menyebut tern konsumsi Psikotropika Sintetis di Kaltim Didominasi Tembakau Gorilla, Modusnya Penjualan Pakai Kemasan Herbal. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Per Desember 2020 lalu, badan narkotika internasional mencatat sebanyak 1.047 zat psikotropika sintetis yang kemudian dikenal dengan sebutan NPS.

Dimana dari zat sintetis tersebut, dari penggolongan efek, paling banyak menimbulkan halusinasi.

Konselor Adiksi Ahli Muda BNNK Balikpapan, Henny Damayanti membeberkan untuk tren NPS di Kaltim diramaikan oleh penggunaan synthetic cannabinoid atau biasa disebut tembakau gorilla.

"Dalam rentang 2017-2020, jenis zat NPS yang paling banyak ditemui di Puslab BNN adalah tembakau gorilla," ucap Henny.

Baca juga: FOTO-FOTO Duel Bunga Citra Lestari dan Ariel NOAH, Malam Minggu di Stadion Batakan Balikpapan

Tembakau tersebut, kata dia, biasa dijumpai dengan kemasan paket herbal. Dimana dedaunan tembakau di dalamnya telah terkontaminasi dengan zat synthetic cannabinoid.

Dan untuk zat synthetic cannabinoid itu sendiri, dijelaskan Henny lebih lanjut, berupa serbuk yang dicampur dengan aceton atau alkohol lantas disemprotkan ke daun tembakau.

"Setelah disemprot, dikeringkan, dan dikemas dalam bentuk herbal sebelum dijual," imbuhnya.

Baca juga: PARADE FOTO Aksi Energik Band The Changcuters Memukau Penonton di Stadion Batakan Balikpapan

Rincinya, ada beragam zat turunan daripada synthetic cannabinoid yang telah peredarannya sudah cukup luas di Indonesia, termasuk Kaltim.

Seperti XLR-11, JWH-018, FUB-144, FUB-AMB, dan 5F-MDMB-PICA.

Adapun efek yang ditimbulkan sejatinya tidak jauh berbeda dengan narkotika pada umumnya. Seperti halusinasi, euforia, dan delusi paranoid.

Baca juga: Cuaca Hari Ini Balikpapan, Minggu 28 Agustus 2022, Siang Cerah, 4 Kecamatan Hujan pada Dini Hari

"Bedanya kalau tembakau gorilla ini juga berefek rasa kaku sekujur tubuh seperti ditimpa gorilla. Itu kenapa dinamakan tembakau gorilla," ucapnya.

Dia menekankan, synthetic cannabinoid hanya satu diantara banyak zat psikotropika sintetis lainnya. Dimana di Indonesia mencatat ada 83 jenis zat psikotropika sintetis yang teridentifikasi di Indonesia.

"Dari 83 zat itu baru 75 zat saja yang sudah tercakup dalam regulasi. Selebihnya belum teregulasi," tandasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved