Berita Internasional Terkini
Pertarungan Makin Sengit, Rusia Hampir Menduduki Laut Hitam, Ukraina Luncurkan Serangan Terbaru
Pertarungan makin sengit lantaran Laut Hitam hampir diduduki oleh Rusia hingga Ukraina luncurkan serangan terbaru.
TRIBUNKALTIM.CO - Semenjak invasi Rusia di Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022, pasukan Putin selalu meluncurkan serangan brutalnya di Ukraina.
Lantaran serangan brutal yang dilakukan Rusia itulah, Putin berhasil menguasai banyak wilayah di Ukraina bahkan hampir menguasai kawasan Laut Hitam.
Tidak ingin wilayahnya direbut lebih banyak oleh Rusia, Ukraina luncurkan serangan terbaru dan pertarungan antara Rusia dan Ukraina pun makin sengit.
Baca juga: Trik Ukraina Tipu Rusia, Pasukan Putin Sia-Siakan Rudal Tembak Sasaran Palsu
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mendesak tentara Rusia untuk menyelamatkan diri setelah pasukannya melancarkan serangan untuk merebut kembali Ukraina selatan.
Tetapi Moskow mengatakan telah menangkis serangan itu dan menimbulkan kerugian besar pada pasukan Kyiv.
Sebelumnya, pada Senin (29/8/2022), Ukraina mengatakan bahwa pasukan daratnya telah melakukan ofensif untuk pertama kalinya setelah periode panjang serangan udara di jalur pasokan Rusia.
Baca juga: Mesra dengan Rusia, Cina Gelar Latihan Militer Bersama dan Sebut AS Penghasut Perang di Ukraina
Terutama tempat pembuangan amunisi dan jembatan di seberang Sungai Dnieper yang penting secara strategis.
Sebagaimana dilansir dari aljazeera, Zelenskyy memberikan pidatonya.
"Jika mereka ingin bertahan, sudah waktunya bagi militer Rusia untuk melarikan diri. Pulanglah," ungkap Zelenskyy dikutip dari aljazeera, Selasa (30/8/2022).
Sebagai tanggapan, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pada hari Selasa (30/8/2022) bahwa Rusia secara metodis melanjutkan rencananya di Ukraina.
Dan menambahkan pernyataannya bahwa semua tujuan kami akan tercapai.
Serangan balik Ukraina terjadi setelah beberapa minggu kebuntuan relatif dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang, jutaan orang terlantar, menghancurkan kota-kota.
Dan memicu krisis energi dan pangan global di tengah sanksi ekonomi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia.
Rusia merebut sebagian besar wilayah selatan Ukraina dekat pantai Laut Hitam pada minggu-minggu awal perang enam bulan, termasuk di wilayah Kherson, yang terletak di utara Semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia.
Ukraina, yang sekarang dipersenjatai dengan senjata canggih yang dipasok Barat , menganggap merebut kembali wilayah itu sebagai hal yang penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sampai-kapan-perang-rusia-ukraina-akan-berlangsung-prediksinya-langkah-zelensky-dan-putin.jpg)