Berita Balikpapan Terkini

Pemkot Balikpapan Akan Tertibkan Kembali Jam Operasional Kendaraan Besar

Sejak kecelakaan maut yang terjadi di awal tahun 2022 lalu, Pemerintah Kota Balikpapan melakukan penertiban pada jam operasional kendaraan besar.

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejak kecelakaan maut yang terjadi di awal tahun 2022 lalu, Pemerintah Kota Balikpapan melakukan penertiban pada jam operasional kendaraan besar.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi agar kejadian serupa kecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terulang kembali, khususnya di Kota Balikpapan.

Namun demikian, posko pantau yang dijalankan oleh Dinas Perhubungan Kota Balikpapan kini sudah tidak ada lagi karena jam operasional tersebut sudah dinilai berhasil menertibkan kendaraan besar melintasi jalan-jalan umum yang juga dilewati masyarakat.

Walaupun posko pantau tersebut sudah tidak berjalan lagi, namun jam operasional kendaraan besar yang melintas jalan umum masih berlaku hingga saat ini.

Baca juga: Polres Kubar Kembali Meringkus Pemilik Sabu di Sendawar Kubar, Sabu Seberat 0,20 Gram Diamankan

“Harusnya masih ada (jam operasional kendaraan besar),” tandas Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud ketika ditanyai berkaitan dengan kemacetan yang terjadi dan melibatkan kendaraan besar di jalan umum, yaitu di daerah Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan.

Ia menerangkan, memang terkadang supir truk melupakan kewajiban kendaraannya yang merupakan kendaraan besar ini cukup mengganggu pengguna jalan lain, baik terkait keselamatan dan dimensi kendaraannya yang cukup memakan kapasitas jalan yang juga terkadang menyebabkan kemacetan.

“Kita juga sudah membuat aturan jam operasional tetapi terkadang pengguna jalan yang juga driver truk ini kadang melupakan kewajibannya,” katanya.

Baca juga: Astra Motor Kaltim 2 Berikan tips Aman Saat Melintas di Tikungan

“Nanti kita akan tetap pantau lagi,” tambahnya.

Rahmad juga menjelaskan, petugas-petugas Dishub yang sempat ditugaskan menjaga pos pantau tersebut pun terbatas dan masih banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan.

“Kemarin kan sudah berjalan dengan baik dengan kesadaran masyarakat. Petugas-petugas kita ini kan juga terbatas dan banyak yang harus mereka kerjakan selain memantau para pengemudi truk (kendaraan besar) ini,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Rahmad sendiri, setelah pos-pos pantau tersebut dibubarkan pun jam operasional khusus kendaraan besar ini sudah dinilai stabil dan tertib.

Baca juga: Harga Pupuk Mahal, Dinas Pertanian Kubar Sarankan Petani Gunakan Pupuk Anorganik

“Kan kemarin sudah mulai stabil dan berjalan dengan baik, seyogyanya diiringi dengan kesadaran masyarakat juga. Jangan kemudian harus diawasi terus,” tuturnya.

Melalui Wali Kota Balikpapan, Ia menyebut Pemkot Balikpapan akan kembali melakukan penertiban pada jam operasional kendaraan besar yang melintasi jalan-jalan umum.

“Kita akan lakukan penertiban lagi. Jangan salahkan pemerintah jika kami bertindak tegas. Karena memang terkadang, ada supir truk juga yang mengeluhkan pendapatannya berkurang, karena pemberlakuan jam operasional ini,” terangnya.

“Karena yang menggunakan jalan kan bukan hanya mereka (pengemudi truk/kendaraan besar), kita semua kan juga menggunakan jalan umum bersama,” tutupnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved