Sabtu, 11 April 2026

Berita Kukar Terkini

Pasca BBM Naik, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kukar Belum Terpengaruh

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berpengaruh terhadap sejumlah harga kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berpengaruh terhadap sejumlah harga kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berpengaruh terhadap sejumlah harga kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dari pantauan TribunKaltim.co di sejumlah pasar tradiaional, adanya kenaikan harga BBM belum berdampak signifikan pada harga maupun ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Salah satunya, ayam potong masih di harga sebelumnya Rp 30-35 ribu per kg. Sejumlah pedagang menyebutkan masih menjual barang dengan harga lama.

“Kenaikan harga pada beberapa bahan masih naik turun. Jadi tidak sepenuhnya terjadi karena adanya kenaikan harga BBM,” ujar Fauzan, seorang pedagang ayam di Pasar Tangga Arung.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Launching Pengerjaan Pembangunan Bangunan Air Pengendali Banjir DAS Ampal

Ia juga mengatakan harga-harga bapok sudah mulai naik jauh sebelumnya. Meskipun sinyal kenaikan harga BBM menguat sepekan belakangan kemarin hingga sudah ditetapkan naik.

Seperti telur ayam ras, masih tetap mahal seperti sebelumnya Rp55 ribu hingga Rp57 ribu per papan (30 butir). Harga minyak goreng juga Rp14.000 per kg, cabai tiung masih Rp70-80 ribu per kg.

Meski begitu, dia tidak menampik bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi akan mengerek harga kebutuhan pokok nantinya.

Baca juga: Jeritan Pengemudi Ojol di Kukar Pasca BBM Naik: Hari Biasa Saja Orderan Sudah Sepi

“Kami para pedagang, mau tak mau harus bersiap untuk menaikkan harga dari yang ada saat ini. Sebab, harga yang kami terima dari distributor juga naik,” imbuhnya.

Kondisi itu tak jauh beda dengan pedagang warung atau toko kelontong di Jalan Jelawat. Pedagang toko kelontong itu mengaku harus menyiapkan modal lebih besar dari biasanya.

Sebab kenaikan harga BBM sedikit banyak tetap akan berpengaruh pada kenaikan harga sejumlah komoditas tertentu.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Vaksin Booster di Kukar Hari Ini, Senin 5 September 2022

“Yang biasanya kami modalnya hanya Rp2 juta dibawa ke pasar, ini pasti tak segitu lagilah. Paling tidak minimal harus bawa uang Rp3 juta ke pasar,” terang Muslih.

Seharusnya, lanjut laki-laki pemilik toko kelontong itu, pemerintah bisa lebih bijak dalam menaikkan harga BBM. Sebab, masyarakat saat ini belum pulih dari dampak pandemi.

“Bagaimanapun, biaya transportasi pasti naik. Karena pasokan sebagian barang-barang yang kami jual didatangkan dari jauh. Jadi tetap ada perhitungan biaya transportasi itu,” bebernya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved