Virus Corona
Update Covid-19 Indonesia Hari Ini dan Gejala Terinfeksi Virus Corona, Pasien Meninggal Bertambah
Update Covid-19 Indonesia hari ini 5 September 2022 dan gejala terinfeksi Virus Corona, jumlah pasien meninggal bertambah.
Ulasan bahaya Virus Corona varian terbaru dimana gejala atau ciri ciri terinfeksi mirip SARS sedang menjadi sorotan saat ini.
Baca juga: Terbaru 2022! Lengkap Karakteristik Virus Corona, Asal Mula Nama, Cara Penularan Covid-19 dan Ukuran
Virus corona baru ditemukan oleh para ilmuwan di Zoonosis Science Center di Uppsala University.
Bukan hanya kelelawar yang disebut dapat membawa virus corona, tapi juga hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Virus corona baru ini ditemukan di antara tikus kecil berbulu merah-cokelat dan terdapat bercak abu-abu.
Para peneliti menamai virus ini Grimsö, sesuai dengan nama lokasi ditemukannya virus tersebut.
“Antara 2015 dan 2017, kami secara konsisten menemukan apa yang disebut ‘Virus Grimsö’ di 3,4persen tikus, yang menunjukkan bahwa virus itu tersebar luas dan umum di tikus tepi sungai Swedia,” kata Ake Lundkvist Profesor virologi, dikutip dari PHYS.org, Senin (6/6/2022) seperti dilansir GRID.ID.
Dia melakukan penelitian ini bersama Jiaxin Ling dan Anishia Wasberg, mahasiswa doktoral dan penulis pertama.
Dalam penelitian ini, mereka memeriksa 450 tikus liar yang ada di barat Stockholm, yakni Grimsö.
Tim peneliti kemudian menemukan betacoronavirus baru yang beredar pada 3,4persen sampel yang sudah diteliti.
Betacoronavirus biasanya ditemukan di antara kelelawar dan hewan pengerat.
Jika tertular pada manusia, maka bisa menyebabkan flu biasa ataupun masalah pernapasan seperti yang dilakukan SARS-CoV-2.
Peneliti masih belum tahu, apakah virus corona baru ini berbahaya bagi manusia.
Baca juga: Rekor Baru Tercipta! Kabar Gembira dari Update Virus Corona Indonesia Hari Ini, Jakarta Disorot Lagi
Namun, ini tetap bisa menjadi acuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus yang dibawa hewan liar, terutama yang hidup di lingkungan sekitar.
“Kami masih belum tahu potensi ancaman apa yang mungkin ditimbulkan virus Grimsö terhadap kesehatan masyarakat,” kata Ake dikutip dari Science Alert, Senin (6/6/2022).
Dia menambahkan, “Namun, berdasarkan pengamatan kami dan virus corona sebelumnya yang diidentifikasi di antara tikus pinggir sungai, ada alasan bagus untuk terus memantau virus corona di antara hewan pengerat liar.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-hari-ini-dua-tahun-sudah-covid-19-ada-di-indonesia.jpg)