Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Investasi

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah meminta seluruh masyarakat agar terus menjaga kondusivitas wilayah.

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Bupati Kukar Edi Damansyah saat penyerahan BLT CSR Guruh Putra Bersama Group di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tabang, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta seluruh masyarakat agar terus menjaga kondusivitas wilayah, terutama bersama-sama menjaga investasi di Kukar.

Hal tersebut disampaikannya usai penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Corporate Social Responsibility (CSR) Guruh Putra Bersama Group, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tabang, Kamis (1/9/2022).

Pada kesempatan itu, Edi Damansyah menerangkan kepada kepala adat, adat besar Kecamatan Tabang, tokoh agama, tokoh masyarakat bahwa dunia usaha atau perusahaan telah diundang oleh pemerintah pusat ke Kukar.

Baca juga: Cuaca Hari Ini Kukar, Selasa 6 September 2022, Tenggarong Cenderung Berawan

Untuk itu ia mengajak untuk menjaga investasi yang nantinya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat, mari kita jaga terus kondusifitas dan investasi di daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam melaksanakan pembangunan, kehadiran dunia usaha berinvestasi di daerah akan membantu pembangunan di daerah. Saya juga berharap para kepala adat besar, kepala adat, tokoh agama, tokoh masyarakat jaga investasi ini," katanya.

Menurut Edi, keberadaan investasi dunia usaha dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah, sehingga pembangunan akan cepat berkembang.

"Jika ada hal-hal yang berkaitan dengan persoalan sosial, lingkungan, apalagi persoalan tanah adat dapat dibicarakan dengan baik," tambahnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah terprovokasi.

Baca juga: Jelang Pilkades Serentak 2022, Ketua DPRD Kukar Minta Masyarakat Desa Berpartisipasi

Ia mencontohkan ada orang-orang dari kota masuk ke kampung yang memperjuangkan hak masyarakat, tiba-tiba memprovokasi masyarakat akhirnya dapat sesuatu, mereka pergi meninggalkan desa.

Karena mereka tidak pernah memikirkan kemajuan desa, tidak pernah memikirkan pembangunan kampung, hanya datang untuk sesuatu hal.

"Untuk itu, masyarakat harus cerdas melihat kondisi yang terjadi selama ini. Jika ada persoalan sosial lainnya dapat bicarakan, nuansa kekeluargaan harus terbangun. Perusahaan tidak akan meninggalkan tanggung jawabnya, bahkan tadi disampaikan keberadaan PT Guruh Putra Bersama Group ini memiliki izin 30 sampai 40 tahun lamanya dan ini sangat panjang sekali," demikian pungkasnya. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved