Berita DPRD Samarinda

Komisi III DPRD Samarinda Sidak Kondisi Flyover Juanda, Minta Bagian yang Rusak Diperbaiki

Komisi III DPRD Samarinda menggelar sidak dalam rangka meninjau kondisi flyover yang menghubungkan Jalan Ir Juanda dan Jalan AW Syahrani pada Senin (1

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Komisi III DPRD Samarinda meninjau kondisi bagian flyover Juanda, Kelurahan Air Hitam, Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi III DPRD Samarinda menggelar sidak dalam rangka meninjau kondisi flyover yang menghubungkan Jalan Ir Juanda dan Jalan AW Syahrani pada Senin (12/9/2022) tadi siang.

Pemberitaan yang belakangan ramai mengenai retaknya jembatan layang itu langsung direspons dengan sigap oleh Komisi III dengan agenda Sidak ini.


Ketua Komisi III Angkasa Jaya Djoerani mengatakan, berita retaknya flyover menjadi hal yang serius karena merupakan salah satu akses utama bagi pengguna jalan di Kota Tepian.

"Kita sebenarnya melihat sepintas saja tapi menjadi hal yang serius ketika ada kekhawatiran dari warga masyarakat terhadap jembatan ini, karena ini menjadi akses pokok kita sekarang." kata Ketua Komisi III Angkasa Jaya Djoerani.

Tidak hanya anggota Komisi III peninjauan dihadiri juga oleh Dinas PUPR yang diwakili oleh Kabid Bina Marga PUPR Budi Santoso.

Komisi III DPRD Samarinda meninjau kondisi bagian flyover Juanda, Kelurahan Air Hitam, Samarinda.
Komisi III DPRD Samarinda meninjau kondisi bagian flyover Juanda, Kelurahan Air Hitam, Samarinda. (HO/TRIBUNKALTIM.CO)

Baca juga: Anggota Komisi III DPRD Samarinda Novan Syahroni Buka Suara Soal Proyek Terowongan Gunung Manggah

Kehadiran PUPR diharapkan dapat memberikan keterangan terhadap kondisi konstruksi flyover tersebut.


Dari tinjauan tersebut dapat ditarik benang merah bahwa sesungguhnya bagian yang retak dari bangunan flyover itu tidak ada pengaruhnya dengan konstruksi jembatan.

"jadi teman-teman disampaikan juga bahwa sebenarnya secara konstruksi tidak ada pengaruhnya," ujar Angkasa Jaya Djoerani kepada media usai melakukan tinjauan kondisi flyover.

Bagian yang retak itu difungsikan untuk menutupi rongga bawah jembatan sehingga tidak diperuntukan sebagai tempat tinggal atau peruntukan lain yang akan merusak estetika.

"Jadi itu hanya pengaruh di bagian bahwa jembatan ini fungsinya hanya menutupi kolom sebenarnya, kenapa ditutupi bawah jembatan ini untuk tidak dijadikan dimanfaatkan oleh masyarakat di tempat tinggali segala macam," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved