Selasa, 28 April 2026

Video Viral

Ukraina vs Rusia akan Berperang Sampai Habis? Hasil Obrolan Sekjen PBB dengan Putin

Ukraina vs Rusia akan berperang sampai habis? Hasil obrolan Sekjen PBB dengan Vladimir Putin

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa prospek perdamaian konflik Rusia dan Ukraina saat ini sangat kecil.

Dilansir dari Tribunnews.com, hal ini diungkapkan Guterres setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (14/9/2022).

Bersama Putin, Guterres membahas cara mengatasi hambatan ekspor bahan makanan dan pupuk Rusia.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa naif jika percaya bahwa perang di Ukraina segera berakhir.

"Saya merasa kita masih jauh dari perdamaian. Saya akan berbohong jika saya mengatakan itu bisa terjadi segera," kata Guterres pada konferensi pers, dikutip dari SCMP.

"Saya tidak memiliki ilusi, pada saat ini peluang kesepakatan damai sangat minim," tambahnya.

Bahkan, kata dia, kemungkinan gencatan senjata "tidak terlihat".

Baca juga: Buntut dari Kekalahan dalam Serangan Ukraina, Rusia dan Cina Sepakat Luncurkan Peperangan Baru?

Baca juga: Buntut dari Kekalahan dalam Serangan Ukraina, Rusia dan Cina Sepakat Luncurkan Peperangan Baru?

Baca juga: Di Tengah Perang yang Masih Terjadi di Ukraina, PBB Justru Ucapkan Terima Kasih kepada Rusia

Namun, Guterres menegaskan PBB tetap menjaga kontak dengan kedua belah pihak dan menyatakan harapannya akan ada diskusi tingkat tinggi terkait konflik ini.

Perjanjian terkait ekspor biji-bijian Ukraina dan pupuk dari Rusia yang ditengahi PBB dan Türkiye pada Juli lalu diperkirakan akan berlangsung selama 120 hari.

Sejauh ini, sekitar 3 juta ton biji-bijian telah diizinkan meninggalkan Ukraina.

Tetapi di sisi lain, Rusia mengatakan ekspor bahan makanan dan pupuknya terhambat sanksi Barat.

"Ada beberapa ekspor makanan dan pupuk Rusia tetapi jauh lebih rendah dari apa yang diinginkan dan dibutuhkan," kata Guterres, seraya menambahkan ada diskusi tentang kemungkinan ekspor amonia Rusia melalui Laut Hitam.

Amonia, bahan utama pupuk, diproduksi dengan menggabungkan nitrogen dari udara dengan hidrogen yang berasal dari gas alam.

Beberapa produsen pupuk Eropa telah berhenti memproduksi amonia karena melonjaknya harga gas.

Guterres memperingatkan krisis pupuk telah mencapai tingkat "dramatis", mengulangi ketakutannya akan kekurangan pangan global tahun depan.

Selain soal pasokan dunia, Guterres juga membahas soal tawanan perang dan keadaan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina bersama Vladimir Putin. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved