Kamis, 16 April 2026

Berita Internasional Terkini

Amerika Serikat, Rusia dan Ukraina Picu Perang Dunia III, PBB: Perdamaian Sulit Terjadi

Bermula dari invasi Rusia ke Ukraina, Perang Dunia III terancam terjadi dan Amerika Serikat berpotensi menjadi pemicu.

Juan BARRETO / AFP
Tentara Ukraina duduk di atas tank di Izyum, Wilayah Kharkiv, Ukraina timur pada 14 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Kini, Perang Dunia III berpotensi terjadi dengan keterlibatan Amerika Serikat, PBB pun angkat bicara. (Juan BARRETO / AFP) 

Ukraina dan sekutu Baratnya menolak argumen ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang agresi gaya kekaisaran.

Bulan lalu, AS mengumumkan $3 Miliar bantuan militer baru ke Ukraina – satu-satunya paket bantuan AS terbesar untuk Ukraina sejak invasi Rusia.

Secara total, telah berkomitmen sekitar $10,6 miliar bantuan keamanan ke Ukraina sejak awal pemerintahan Presiden AS Joe Biden pada Januari 2021, menurut kantor berita Reuters.

Sementara itu, Jerman telah mengumumkan akan memberi Ukraina lebih banyak kendaraan lapis baja dan sistem peluncuran roket.

Jerman akan mengirim dua sistem peluncuran roket ganda Mars II, 200 rudal, dan 50 pengangkut pasukan lapis baja "Dingo".

Menteri Luar Negeri Jerman menekan Kanselir Olaf Scholz untuk segera memutuskan apakah akan memasok Ukraina dengan tank canggih, yang telah berulang kali diminta oleh Kyiv.

Baca juga: NASIB Zelenskyy Usai Mobilnya Ditabrak di Tengah Situasi Perang Rusia vs Ukraina

Tapi Berlin sejauh ini menolak permintaan itu.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengecam keengganan Jerman untuk mengirim tank, dengan mengatakan "tidak ada satu pun argumen rasional tentang mengapa senjata ini tidak dapat dipasok".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Kamis bahwa sistem pertahanan udara adalah prioritas bagi negaranya ketika pasukan Ukraina bertempur di tengah serangan balasan besar.

Dia menambahkan bahwa sistem pertahanan udara yang dijanjikan sebelumnya oleh Jerman dan AS belum tiba di Ukraina.

Terpisah, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa prospek perdamaian konflik Rusia dan Ukraina saat ini sangat kecil.

Hal ini diungkapkan Guterres setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (14/9/2022).

Bersama Putin, Guterres membahas cara mengatasi hambatan ekspor bahan makanan dan pupuk Rusia.

Baca juga: Usai Alami Kemunduran Terburuk Melawan Ukraina, Kekuatan Hubungan Tak Terbatas Rusia dan Cina Diuji

Kendati demikian, ia mengakui bahwa naif jika percaya bahwa perang di Ukraina segera berakhir.

"Saya merasa kita masih jauh dari perdamaian. Saya akan berbohong jika saya mengatakan itu bisa terjadi segera," kata Guterres pada konferensi pers, dikutip dari SCMP.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved