Berita Internasional Terkini
Amerika Serikat, Rusia dan Ukraina Picu Perang Dunia III, PBB: Perdamaian Sulit Terjadi
Bermula dari invasi Rusia ke Ukraina, Perang Dunia III terancam terjadi dan Amerika Serikat berpotensi menjadi pemicu.
TRIBUNKALTIM.CO - Keterlibatan Amerika Serikat pada perang antara Rusia dengan Ukraina semakin membuat panas jalannya pertempuran.
Berulang kali Rusia mengeluarkan ancaman kepada Amerika Serikat untuk berhenti mengirimkan senjata ke Ukraina, namun peringatan tersebut tak membuat Negeri Paman Sam berhenti untuk mengirimkan persenjataan perang.
Kini, di tengah perang dengan Ukraina, Rusia kembali memberikan peringatan kepada Amerika Serikat, namun kini bisa jadi peringatan terakhir.
Bukan tidak mungkin Amerika Serikat dan Rusia akan terlibat perang secara langsung dan membuka peluang terjadinya Perang Dunia III.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat terkait pasokan rudal ke Ukraina.
Rusia mengatakan bahwa jika Amerika Serikat memutuskan untuk memasok Kyiv dengan rudal jarak jauh, itu akan melewati "garis merah" dan menjadi "pihak dalam konflik" di Ukraina.
Pada hari Kamis (15/9/2022), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menambahkan bahwa Rusia berhak untuk mempertahankan wilayahnya.
AS telah secara terbuka memasok Ukraina dengan roket sistem roket peluncuran ganda terpandu (GMLRS) canggih, yang ditembakkan dari peluncur sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) dan yang dapat mencapai target hingga 80 km jauhnya.
Baca juga: Usai Kalah Hadapi Pasukan Zelenskyy, IAEA Tuntut Rusia Mundur dari Pembangkit Nuklir Ukraina
Baca juga: Reaksi Rusia soal Kekalahan dari Ukraina, Adakan Pertemuan dengan Cina dan Iran hingga Salahkan AS
“Jika Washington memutuskan untuk memasok rudal jarak jauh ke Kyiv, maka itu akan melewati garis merah, dan akan menjadi pihak langsung dalam konflik,” kata Zakharova, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Para pejabat AS mengatakan Ukraina telah berjanji untuk tidak menggunakan roket AS untuk menyerang Rusia sendiri.
Peluncur HIMARS juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal taktis ATACMS jarak jauh, yang dapat memiliki jangkauan hingga 300 km.
Seorang pejabat senior Ukraina menolak untuk mengatakan pada 19 Agustus apakah Kyiv sekarang memiliki ATACMS.
Belum ada penjelasan publik yang lengkap tentang serangan pada 9 Agustus yang menghantam pangkalan udara Rusia di Saky.
Ukraina telah meminta dan menerima sejumlah besar senjata dari AS dan sekutu Barat lainnya untuk membantunya melawan angkatan bersenjata Rusia yang dikirim ke Ukraina pada Februari.
Sementara Rusia mengatakan telah mengirim pasukan untuk mencegah Ukraina digunakan sebagai platform untuk agresi Barat dan untuk membela penutur bahasa Rusia.
Baca juga: Mengerikan, Ukraina Temukan Kuburan Massal Berisi 440 Jenazah, Korban Ganasnya Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Tentara-Ukraina-duduk-di-atas-ta.jpg)