Jumat, 10 April 2026

Pilpres 2024

Anies Baswedan Siap Nyapres 2024, Pengamat Sebut Gubernur DKI Ini akan Hadapi Dilema Basis Massa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap menghadapi pertaruhan krusial soal basis massa yang perlu “dipelihara” seandainya jadi Capres 2024

DOK. Humas Pemprov DKI
Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Anies Baswedan saat membuka U20 Sherpa Meeting sebagai rangkaian acara menjelang U20 Mayors Summit 2022 yang digelar secara hibrida secara hybrid di Pullman Hotel, Jakarta Pusat pada Rabu-Kamis, 23-24 Maret 2022. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap menghadapi pertaruhan krusial soal basis massa yang perlu “dipelihara” seandainya memperoleh tiket maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024. 

TRIBUNKALTIM.CO – Anies Baswedan sudah mengumumkan bahwa ia siap maju jadi calon presiden di Pilpres 2024.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hal ini saat ditanya wartawan ketika ia berada di Singapura.

Pernyataan Anies Baswedan ini pun mengundang reaksi dari parpol dan pengamat politik.

Pengamat politik menyebut Anies Baswedan dianggap menghadapi pertaruhan krusial soal basis massa yang perlu “dipelihara” seandainya memperoleh tiket maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024.

Baca juga: Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, Rocky Gerung: Lebih Masuk Akal Kalau Bersama PKS dan Demokrat

Baca juga: Anies Baswedan Siap Maju di Pilpres 2024, Syarief Hasan Ungkap Anies Masuk Kriteria Capres Demokrat

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai bahwa Anies sejauh ini telah memiliki posisi tersendiri, yaitu sebagai simbol oposisi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Anies Baswedan juga dianggap masih merepresentasikan kelompok konservatif yang mendukung keterpilihannya pada Pilgub DKI 2017.

“Saya melihat Anies mencoba berusaha menampilkan sosok berbeda, terutama terkait isu SARA yang ditafsirkan banyak pihak digunakan Anies dan menjadi cacat politik dirinya di 2017,” kata Yunarto ketika dihubungi pada Jumat (16/9/2022)

 “Di situ ada dilema, menurut saya, ketika (Anies) mencoba menampilkan diri lebih moderat,” ujarnya.

Yunarto Wijaya memprediksi, upaya Anies Baswedan untuk menampilkan diri sebagai sosok moderat bisa jadi kontraproduktif.

Menurutnya, pangsa pemilih yang mencari sosok pemimpin moderat bakal berpaling ke “sosok yang tidak punya cacat politik”, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di sisi lain, posisi Anies dengan karakter yang ia representasikan sejauh ini, telah berkontribusi atas tingginya popularitas dan elektabilitas eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu.

Baca juga: Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, Rocky Gerung: Lebih Masuk Akal Kalau Bersama PKS dan Demokrat

“Menurut saya, lebih menguntungkan secara elektoral untuk Anies menjaga basis massa yang telanjur terbentuk. Suka atau tidak, Anies menjadi besar di (Pilgub DKI) 2017,” kata Yunarto, seperti dilansir dari Kompas.com.

“Menurut saya, sulit bagi Anies melepaskan diri dari posisi itu. Ketika ia melepaskan diri seutuhnya dari posisi sebagai simbol anti-Jokowi, seketika justru posisi elektoral turun,” ujarnya lagi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/9/2022). (Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami)

Dilansir dari Reuters, Anies Baswedan sudah menyampaikan dirinya siap untuk maju sebagai calon presiden pada 2024, meskipun belum mengamankan tiket dari partai politik mana pun.

"Saya siap maju sebagai presiden seandainya ada partai politik mencalonkan," kata Anies Baswedan kepada Reuters dalam wawancara di Singapura.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved