IKN Nusantara

Solusi Cegah Ketimpangan Pembangunan IKN Nusantara dan Daerah Penyangga di Kaltim

Solusi cegah ketimpangan pembangunan IKN Nusantara dan daerah penyangga di Kalimantan Timur

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Wali Kota Samarinda, Andi Harun meminta pemerintah pusat melalui Otorita Ibu Kota Negara ( IKN) merencanakan pembangunan sistem jaringan jalan dari dan menuju IKN Nusantara ke semua daerah penyangga di Kalimantan Timur.

Dilansir dari Kompas.com, hal itu penting supaya menghindari ketimpangan yang terjadi antara pembangunan di Ibu Kota Nusantara dan daerah penyangga seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser.

"Jangan sampai IKN mengkilat, IKN megah, tapi daerah penyangga hanya terima limpahan masalah sosial saja," ungkap Andi Harun, Kamis (22/9/2022).

Andi Harun menyampaikan, selama ini, daerah penyangga IKN Nusantara sulit mengakselerasi pembangunan infrastruktur dasar karena memiliki keterbatasan APBD, sementara cakupan daerahnya cukup luas.

Sebagai contoh, luas Kota Samarinda mencapai 717,4 kilometer persegi, lebih besar dibanding luas DKI Jakarta yang hanya 661,5 kilometer persegi.
Namun, besaran APBD lebih besar DKI Jakarta mencapai Rp 82,47 triliun, sedangkan Samarinda hanya Rp 2,6 triliun.

Hal yang sama juga dialami daerah penyangga lain.

Baca juga: Siap-Siap, Pemetaan 60 Ribu ASN yang Pindah ke IKN Nusantara Rampung Pekan Depan

Baca juga: Terbaik di Asia, Menpora Serahkan Rancangan Training Center Timnas di IKN Nusantara

Baca juga: Kodam Mulawarman Kawal Pembangunan Infrastruktur Komunikasi Bawah Air IKN Nusantara

"Untuk itu kami perlu campur tangan pemerintah pusat untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dasar masyarakat di daerah," terang dia.

Andi Harun juga meminta Otorita IKN mengindentifikasi sektor keunggulan masing-masing daerah penyangga sebagai support system dalam perencanaan dan pembangunan IKN.

Semua itu bisa dituangkan dalam cetak biru (blue print) sehingga ada satu kesatuan pembangunan antara IKN dan daerah penyangga.

"Jangan sampai dibangun dulu IKN, baru dipikirkan pembangunan daerah penyangga.

Harus ada semangat jalan bersama, jangan saling meninggalkan," harap dia.
Dengan begitu, sejumlah daerah penyangga bisa berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan pembangunan IKN.

Misalnya di Samarinda, kata dia, sudah terbentuk forum lintas agama, suku, pengusaha dan berbagai elemen dalam mendukung kelancaran pembangunan IKN Nusantara.

"Kami berharap melalui forum itu bisa menjelaskan dan memberi pemahaman kepada masyarakat perihal kue ekonomi dan pembangunan IKN bagi daerah, agar bisa meredam riak penolakan IKN," tutur Andi Harun. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved