Berita Nasional Terkini

Beri Uang Rp 200 Ribu, Oknum Kepala Desa di Luwu Tega Cabuli Bocah 11 Tahun Berulang-ulang

Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bernisial HA (50), tega melakukan tindakan tak senonoh

Editor: Samir Paturusi
istimewa
Ilustrasi- Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bernisial HA (50), tega melakukan tindakan tak senonoh kepada bocah yang masih berusia 11 tahun. 

TRIBUNKALTIM.CO- Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bernisial HA (50), tega melakukan tindakan tak senonoh kepada bocah yang masih berusia 11 tahun.

Hanya mengiming-imingi korban yang hingga Rp200 ribu membuat oknum kepala desa melakukan tindakan tak terpuji tersebut berulang-ulang. 

Atas tindakannya itu, oknum kepala desa  tersebut akhirnya dilaporka ke Polres Luwu. 

"Kejadiannya sekitar bulan Juli sampai Agustus 2022 lalu, tetapi baru sekitar dua minggu saya diinformasikan oleh keluarga," kata HS, tante korban, Sabtu (24/9/2022).

"Setelah mendapat informasi, kami telah melaporkan ke pemerintah setempat, ke aparat penegak hukum dan ke perlindungan perempuan dan anak yang ada di Luwu," ujar HS.

Baca juga: Cabuli 2 Cucunya Hingga Melahirkan, Kakek 64 Tahun Diringkus Polres Berau

Baca juga: Fakta Baru Remaja di Samarinda Tega Cabuli Balita Tetangga, Terkuak Karena Permintaan Korban ke Ibu

Baca juga: Kesepian Ditinggal Mudik Istri, Seorang Pria Muda di Samarinda Nekat Cabuli Anak Belia

Menurut HS, korban telah digauli berulang kali.

"Tempat pelaku menjalankan aksinya di dekat rumah ibadah," tuturnya.

Ia menambahkan, korban dicabuli dengan iming-iming uang.

"Kejadian pertama korban diberi uang Rp 200 ribu, lalu kejadian selanjutnya diberi lagi uang Rp 150 ribu," tuturnya.

Keluarga korban meminta Polres Luwu secepatnya menangkap dan menghukum pelaku.

"Kami mendesak agar Polisi menangkap pelaku. Senin nanti kami berencana akan mendatangi Kantor Polres Luwu di Belopa," katanya.

"Kami keluarga korban saat ini menahan emosi, tetapi kami juga tidak menyukai ada berkembang bahasa kurang baik bahwa oknum pelakunya merasa memiliki kedekatan dengan orang penting sehingga terkesan tidak merasa bersalah," katanya.

Pihak Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Luwu, Sumarni, membenarkan hal ini.

Menurut dia, korban telah dimintai keterangan oleh petugas Polres Luwu dan juga dari pihaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved