Rabu, 15 April 2026

Otomotif

Pakai Pertalite Kini Dirasa Jadi Boros, Pakar Buka Sejumlah Dugaan Penyebabnya

Pakai Pertalite jadi boros, pakar pun membuka sejumlah dugaan penyebab.

Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Pakar membuka sejumlah dugaan penyebab pertalite yang kini dirasa jadi boros. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tengah ramai diperbincangkan soal pakai bensin Pertalite jadi lebih boros konsumsi bahan bakar.

Konsumsi Pertalite jadi boros dirasakan setelah bahan bakar mengalami kenaikan harga per 3 September 2022 lalu.

Pakai Pertalite jadi boros, pakar pun membuka sejumlah dugaan penyebab.

Baca juga: PENJELASAN Pertamina Soal Isu Pertalite Boros, Warga Teriak BBM Mahal Habisnya Cepat

Salah satunya adalah ahli konversi energi Fakultas Teknik dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

Kepada GridOto.com, Tri Yuswidjajanto Zaenuri membeberkan sejumlah dugaan yang bisa menjadi penyebab fenomena ini.

"Tak sedikit kebiasaan pemilik kendaraan beli bensin berdasarkan nominal rupiah, bukan literan," buka Pak Yus, sapaan akrabnya.

Secara tidak sadar, kenaikan harga Pertalite dengan pembelian nominal yang sama tentu mengurangi jumlah literan yang didapat.

Sebelumnya Pertalite dijual Rp 7.650/liter yang sekarang menjadi Rp 10.000 per liter.

Semisal biasanya beli dengan nominal Rp 100 ribu bisa dapat 13,07 liter, sekarang hanya 10 liter.

"Karena lebih sedikit dapatnya jadi penggunaan Pertalite terasa lebih boros dari segi jarak tempuh yang bisa dicapai," ujar Pak Yus.

Baca juga: Belum Banyak yang Tahu, Segini Loh Suhu AC Mobil yang Ideal biar Irit Bahan Bakar

Jauh lebih dalam, Pertalite jadi lebih boros bisa diakibatkan dari bahan bakar itu sendiri.

Salah satu faktor yang berpengaruh perubahan kandungan nilai kalor di dalamnya.

"Nilai kalor menentukan besaran energi densitas per liter yang dihasilkan dari massa jenis bahan bakar," terang Pak Yus.

Nilai kalor bisa berubah dari proses pengolahan minyak mentah di kilang menjadi nafta.

Dalam pembuatan bahan bakar, nafta yang dihasilkan terkadang bisa tinggi atau bisa rendah bergantung dari kualitas minyak mentah.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved