Virus Corona

Terbaru! Terjawab Sudah Apakah Covid 19 Sama dengan SARS atau Tidak, Cek Fakta dan Ciri Virus Corona

Terjawab sudah apakah Covid 19 sama dengan SARS atau tidak, kenali fakta dan ciri-ciri Virus Corona

Editor: Doan Pardede
KOMPAS.COM
ILUSTRASI Model Covid-19 atau Virus Corona. Terjawab sudah apakah Covid 19 sama dengan SARS atau tidak, kenali fakta dan ciri-ciri Virus Corona 

Penamaan tersebut diberikan oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus (ICTV).

Penyakit, diberi nama guna memungkinkan diskusi terkait pencegahan, penyebaran, penularan penyakit, keparahan dan pengobatannya.

Kesiapan respon merupakan peran WHO, sehingga secara resmi penamaan dilakukan oleh WHO dalam

Virus corona Wuhan dinamakan SARS-CoV-2

Terkait kasus infeksi akibat virus corona yang baru-baru ini merebak, ICTV mengumumkan nama virus adalah "coronavirus syndrome pernafasan akut yang parah (SARS-CoV-2)".

Baca juga: Arab Saudi Laporkan Temuan 65 Kasus Virus Corona dan Kondisi Terkini 42 Pasien Dalam Kondisi Kritis

Nama tersebut dipilih karena virus secara genetik terkait dengan coronavirus yang selama ini bertanggungjawab terhadap SARS tahun 2003.

Meskipun kedua virus tersebut berbeda.

Sementara itu WHO pada 11 Februari 2020 mengikuti pedoman yang dikembangkan Organisasi Hewan Dunia (OIE) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengumumkan penyakit baru tersebut bernama "COVID-19".

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit yang disebabkan oleh coronavirus novel: COVID-19. Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen WHO.

WHO sendiri dalam berkomunikasi dengan publik tak menggunakan nama yang sama dengan yang dikeluarkan oleh ICTV.

Setiap berkomunikasi dengan publik WHO menyebut nama virus dengan "virus yang bertanggung jawab untuk COVID-19" atau sering pula menggunakan penyebutan "virus COVID-19".

"Dari perspektif komunikasi risiko, menggunakan nama SARS dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan dalam hal menciptakan rasa takut yang tidak perlu untuk beberapa populasi, terutama di Asia yang paling parah terkena dampak wabah SARS pada tahun 2003," tulis WHO dalam keterangan website resminya seperti dilansir Kompas.com.

Akan tetapi penyebutan WHO sendiri tidak dimaksudkan untuk mengganti secara resmi nama yang telah disetujui oleh ICTV.

Tentang SARS dan MERS

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved