Berita Bontang Terkini

Operasi Rutin Polres Bontang Menjaring 6 Warung Kelontong Jual Miras

Polres Bontang kembali menjaring peredaran minuman keras (Miras) di 6 warung kelontongan, di Kota Bontang.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Polres Bontang saat gelar operasi rutin razia miras ke warung kelontongan. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Polres Bontang kembali menjaring peredaran minuman keras (Miras) di 6 warung kelontongan, di Kota Bontang.

Dalam razia rutin yang digelar ini, polisi pun menyita barang bukti berupa puluhan botol dan kaleng Miras sertta 1 jerikan minuman tradisional atau tuak.

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, ada 6 orang yang ditetapkan tersanka dalam operasi ini.

Pertama TRA (47) warga Berbas Pantai, Bontang Selatan. Polisi menemukan 3 botol bir di warungnya.

Baca juga: Jadwal Keberangkatan dan Harga Tiket Kapal Pelni KM Binaiya Rute Bontang-Awerange

Kemudian, R (52) yang merupakan pemilik di Bontang Lestari dengan mendapati 3 botol bir

Selanjutnya Ry (46) warga Tanjung Laut, Bontang Selatan juga diamankan lantaran kedapatan menjual 4 kaleng bir.

Sementara 3 lokasi lainnya 1 di Bontang Barat yakni FS (31) warga Gunung Telihan yang kedapatan memproduksi 1 jeriken tuak.

Baca juga: Tekan Kasus DBD Tanpa Fogging dan Abate, Dinkes Bontang Bakal Pakai Skema Baru Wolbachia Project

“2 orang lagi di Bontang Utara. Diantaranya MY (25) di Kelurahan Api-api dengan barang bukti 9 kaleng bir dan DS (35) dengan 4 kaleng bir,” ujarnya melalui pers rilisnya, Rabu (28/9/2022).

Akibatnya mereka pun akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku yakni Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Tindakan ini juga sebagai peringatan terhadap oknum lain yang saat ini masih menjual miras secara ilegal.

Baca juga: Cuaca Bontang Hari Ini Rabu 28 September 2022, Langit Cerah Berawan, Hujan Petir Terjadi saat Malam

Atas perbuatanya, tersangka pun terancam dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 7 ayat (1) Perda Kota Bontang nomor 27 tahun 2002 tentang larangan, pengawasan, penertiban, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. 

“Dengan ancaman denda maksimal Rp 1,5 juta,” pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved