Berita Paser Terkini

Babak Baru Dugaan Korupsi Program SR-MBR Perumdam Tirta Kandilo, Kejari Paser Sudah Periksa 15 Saksi

Dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo kini telah memasuki babak baru.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser Rajendra Dhramalinga Wiritanaya (tengah), didampingi Kasi Pidsus Kejari Paser Dony Dwi Wijayanto (kanan) dan Kasi Intel Kejari Paser Nanang Triyanto (kiri) menjelaskan terkait tindak lanjut proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi SR-MBR yang diakomodir Pemda Paser melalalui APBD 2021 sebesar Rp 3,9 miliar. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo kini telah memasuki babak baru, yang dulu statusnya penyelidikan kini ditingkatkan menjadi penyidikan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser mencurigai adanya kasus rasuah penyelewengan uang negara pada program Sambungan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR-MBR) yang diakomodir Pemda Paser melalalui APBD 2021 sebesar Rp 3,9 miliar, Kamis (29/9/2022).

Kepala Kejari Paser, Rajendra Dhramalinga Wiritanaya menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya paksa dengan menggeledah dokumen guna mengumpulkan bukti yang berkenaan kasus tersebut.

"Kita sudah lakukan penggeledahan di Kantor Perumdam Tirta Kandilo, sebagai tindak lanjut dugaan tindak pidana korupsi program pemasangan SR-MBR dengan pagu anggaran Rp3,9 miliar untuk tahun 2021," jelas Rajendra, didampingi Kasi Pidsus Kejari Paser, Dony Dwi Wijayanto dan Kasi Intel Kejari Paser Nanang Triyanto.

Baca juga: Warga Paser mesti Waspada Penyakit Tuberkulosis, Banyak yang Belum Paham

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Paser Dony Dwi Wijayanto menegaskan untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi program SR-MBR sudah di tingkatkan ke tahap penyidikan.

"Kita sudah tingkatkan ke tahap penyidikan pada 15 September 2022, kita sudah berupaya mengumpulkan alat bukti berupa bahan keterangan dan data," kata Dony.

Disampaikan, upaya paksa yang dilakukan merupakan salah satu unsur dalam tahap penyidikan guna mengumpulkan bukti bukti dalam pemenuhan unsur pidana.

Terdapat beberapa ruangan yang diperiksa oleh Kejari Paser, diantaranya kantor Perumdam Tirta Kandilo dan kantor koperasi Perumdam Tirta Kandilo.

Baca juga: Penyakit Diabetes Kerap Dialami Warga Paser, Apoteker Harus Beri Edukasi

"Ada beberapa ruangan yang kita periksa, yang kita indikasiakan menyimpan dokumen terkait kegiatan SR-MBR sehingga kita lakukan penggeledahan," tambah Dony.

Dari pengumpulan bukti yang dilakukan, Kejari Paser menyasar proses pengadaan barang dan jasa untuk program SR-MBR.

Termasuk item untuk penyediaan sambungan rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah

"Dalam kegiatan itu, ada indikasi kemahalan harga terkait pengadaan barang dan jasanya. Dalam waktu dekat, kita akan minta bantuan ahli untuk memastikan kesesuaiannya," bebernya.

Baca juga: Cuaca Kabupaten Paser Hari Ini Kamis 29 September 2022, Langit Cenderung Berawan

Sejauh ini untuk tahap penyidikan, terdapat 15 orang yang statusnya masih sebagai saksi dalam proses pemeriksaan.

Belasan saksi tersebut terdiri dari Perumdam Tirta Kandilo, penyedia kegiatan, serta beberapa pejabat dilingkup Pemda Paser yang ada kaitannya dengan kegiatan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved